Sukses

Resep Jitu Prelo Lawan Barang Palsu di Industri e-Commerce

Liputan6.com, Jakarta - Prelo yang dikenal sebagai marketplace online untuk barang preloved (bekas) asli di Indonesia, saat ini tengah fokus melawan barang bajakan alias barang palsu.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan konsumen dan meyakinkan mereka bahwa belanja online merupakan kegiatan yang aman, praktis, dan bebas dari barang bajakan.

Selain melanggar hukum, fenomena pembajakan yang merajalela bersifat sangat destruktif untuk ekosistem e-Commerce. Banyak pembeli yang menjadi skeptis dan selalu membutuhkan verifikasi ekstra untuk memeriksa keaslian barang yang akan dibeli.

Selain itu, penjual yang menawarkan barang orisinil juga dirugikan karena ide dan hak ciptanya disalahgunakan untuk keuntungan pihak lain.

“Di bisnis saya sebelumnya, banyak sekali aduan dari pembeli dan penjual tentang barang palsu yang dijual. Ini menyadarkan kami bahwa betapa mudahnya barang palsu diperjualbelikan di Indonesia. Akhirnya, ini menjadi salah satu alasan yang mendorong kami membangun Prelo,” kata CEO dan founder Prelo, Fransiska Hadiwidjana melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/4/2017) di Jakarta.

Sebagai pemilik dari beberapa hak paten di Amerika Serikat, Fransiska mengerti seberapa pentingnya melindungi ide dan inovasi. Dalam hal ini, Prelo melawan pembajakan dengan mengkurasi semua barang yang dijual melalui platform.

"Tim internal dan algoritma khusus dari Prelo mampu mengidentifikasi produk yang mencurigakan. Lalu dibandingkan dengan produk lain dalam domain publik berdasarkan deskripsi, merek, model, dan berbagai atribut lainnya," paparnya.

Mantan karyawan Google dan Microsoft ini menuturkan, Prelo juga aktif dalam berbagai komunitas produk, agar setiap anggota semakin jeli menyaring produk yang asli dari barang palsu. Misalnya, lanjut Fransiska, tim Prelo belajar cara memeriksa otentisitas dari sepatu sneakers dari komunitas sneakers online.

Tim Prelo. Dok: prelo.co.id

Selain itu, Prelo juga memberikan lencana bagi pengguna yang terverifikasi ketika mengunggah produk autentik, begitu juga bagi pengguna yang melaporkan produk mencurigakan atau palsu.

Penjual bisa menggunakan lencana-lencana ini untuk mendapatkan bantuan promosi produk dalam Prelo. Ke depannya, Prelo akan memberikan lebih banyak manfaat kepada pemegang lencana.

“Kualitas produk merupakan hal yang sangat penting untuk perusahaan e-Commerce, terlebih lagi marketplace untuk barang preloved seperti kami. Berkat sistem kurasi dan garansi produk asli, pengguna Prelo bisa berbelanja dengan tenang,” pungkas Fransiska.

(Isk/Ysl)

[vidio:]()

Artikel Selanjutnya
Tesla Bakal Punya Layanan Streaming Musik Sendiri?
Artikel Selanjutnya
Bos dan Ratusan Karyawan Didepak, Bagaimana Nasib Alfacart?