Sukses

Peran Telkomsigma dalam Membangun Indonesia Berbasis Digital

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsigma mengklaim menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang saat ini mampu menyediakan kapasitas data center yang industri butuhkan.

Sebagai salah perusahaan IT terbesar di Indonesia, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) ini menegaskan, siap mendukung Indonesia berbasis digital dengan penyediaan data center berstandar internasional.

"Kami telah dipercaya menangani lebih dari 500 klien dari berbagai sektor industri dengan persentase: banking & financial services 54 persen yang sisanya dari berbagai industri, termasuk instansi pemerintah,” kata Director of Business Data Center and Managed Services Telkomsigma, Andreuw Th.A.F saat menjadi pembicara pada ajang Data Center Dynamics 2017 di Jakarta, belum lama ini.

Andreuw menuturkan, perusahaan berkomitmen dengan service culture yang dibangun selama ini untuk selalu berinovasi, tumbuh bersama klien dan partner.

“Salah satu komitmen kami adalah menyediakan kapasitas data center sebesar 200.000 meter per segi, yang tersebar di seluruh Indonesia dengan spesifikasi teknis Tier II sampai dengan tier IV. Telkomsigma ingin menjadi perusahaan yang diperhitungkan di tingkat global, guna mewujudkan visi sebagai ‘To be a HOME of IT Leader in Indonesia,” ujarnya.

Dengan hadirnya Telkomsigma sebagai pembicara pada konferensi Data Center Dynamics Converged 2017, diharapkan dapat memberikan insight dan dukungan untuk mampu menghadapi tantangan dengan cara memfasilitasi para pelaku industri untuk dapat menggunakan solusi ICT Telkomsigma, khususnya dengan layanan data center yang andal.

“Kami siap untuk terus melakukan improvement & development, juga collaboration dengan strategic partners untuk menjaga kepercayaan dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh klien kami dan bagi industri di Indonesia,” tutup Andreuw.

(Isk/Cas)

Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Startup Lokal Kata.ai Raih Pendanaan Rp 46,5 Miliar