Sukses

Snapdragon 835 Tingkatkan Kemampuan Foto dan Video Smartphone

Liputan6.com, Jakarta - Kamera menjadi salah satu fitur unggulan smartphone terbaru saat ini. Namun patut diakui, kamera smartphone masih memiliki kelemahan dan salah satunya adalah kemampuan zoom yang tidak efektif.

Dalam keterangan resmi yang kami terima, Qualcomm mengklaim SoC Snapdragon 835 mampu membantu pengguna menghasilkan foto-foto bagus dengan kombinasi cerdas antara optical dan digital zoom, sehingga hasil foto bisa menjadi lebih halus, mulus, dan jernih.

SoC ini sudah mengusung Qualcomm Spectra 180 ISP (Image Signal Processor), yang dirancang untuk mendukung pengambilan gambar beresolusi hingga 32MP dengan kecepatan 30 fps (frame per second) tanpa delay dalam penangkapan objek foto.

Pada smartphone dengan kamera ganda (dual camera), dibutuhkan 2 ISP; Snapdragon 835 memanfaatkan satu ISP untuk lensa wide angle dan satu ISP lagi untuk mendukung lensa telephoto.

"Kemampuan heterogeneous computing (komputasi heterogen ) pada platform ini bisa menjembatani penggunaan berbagai lensa yang berbeda untuk melakukan digital dan optical zoom secara cepat dan mulus," kata Qualcomm dalam keterangannya. "Hal ini akan menghasilkan hasil foto lebih baik ketimbang jika mengandalkan digital zoom saja."

Selain itu, pengguna smartphone kerap mengalami kesulitan dalam menghasilkan video bermutu tinggi. Video sering kali terlihat bergetar atau goyang. Untuk mengatasi ini, Qualcomm Technologies yang merupakan pionir teknologi Electronic Image Stabilization (EIS) untuk membantu meminimalisasi pergerakan yang tak diinginkan, merilis versi terbaru EIS, yaitu versi 3.0.

Versi ini membawa peningkatan signifikan, antara lain dukungan pengambilan video dengan resolusi 4K dan kemampuan untuk meredam gerakan dan guncangan dengan melakukan koreksi giroskop pada smartphone. Hal ini bisa menstabilkan zoom ketika pengambilan video.

Tak hanya itu, EIS 3.0 juga memperkenalkan algoritma smooth trajectory yang dipercaya bisa membantu stabilisasi pengambilan video. Algoritma ini dirancang untuk memaksimalkan komputasi heterogen di antara komponen-komponen yang terintegrasi di Snapdragon 835 (contohnya Spectra 180 ISP, Qualcomm Adreno 540, dan Hexagon DSP).

(Why/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Spesifikasi Google Pixel 2 Kembali Bocor di Internet
Artikel Selanjutnya
Samsung Mulai Produksi Massal Chipset untuk IoT