Sukses

78 Persen Netizen Penagih DP 0 Persen Berasal dari Luar Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penghitungan cepat (quick count) Pilkada DKI 2017 putaran kedua dari sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan Anies-Sandi mengungguli pasangan Ahok-Djarot.

Hal ini menuai beragam respons dari netizen di media sosial, terutama Twitter. Salah satunya adalah netizen menagih janji 'DP 0 persen' yang merupakan program dari pasangan Anies-Sandi.

Bila sebelumnya kami menganalisis peta pembicaraan di Twitter yang memuat tagar #PilkadaDKI dan kata 'Quick Count', kali ini kami akan menguliti peta pembicaraan 'DP 0 persen'. Selengkapnya, simak analisis kami berikut ini.

Ringkasan

Rentang waktu analisis mulai 11.14 WIB 19 April sampai 11.14 WIB 20 April dengan kata kunci 'DP 0' karena netizen ada yang menulis 'DP 0 Persen' dan ada juga yang menulis 'DP 0%'. 

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (1) via Trendsmap

Jumlah tweets dengan kata kunci 'DP 0' berjumlah 19.100 tweets. Dari semua tweets tersebut, 9.800 (51 persen) di antaranya mengantongi retweets dan 1.800 (9 persen) mendapat replies. Berdasarkan gender, 48 persen netizen merupakan perempuan dan 58 persen sisanya laki-laki.

Puncak pembicaraan

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (2) via Trendsmap

Puncak pembicaraan terjadi pada 15.34 WIB 19 April 2017 dengan jumlah tweets mencapai 130 tweet per menit. 

Top Tweets (paling banyak mendapat retweets dan likes) dan Influencing Tweets (paling memengaruhi netizen)

Analisis Trends Map menunjukkan setidaknya ada 21 tweets yang menjadi top tweets; 1 tweet di Sumatera Selatan, 1 tweet di Sulawesi Tenggara, 8 tweets di Sulawesi Selatan, 11 tweets di DKI Jakarta.

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (3) via Trendsmap

Masih menggunakan analisis Trends Map, kami melihat ada 32 tweets yang menjadi influencing tweets; 1 tweet di Sumatera Barat, 1 tweet di Tasikmalaya, 1 tweet di Jepara, 1 tweet di Depok, 1 tweet di Tangerang Selatan, 2 tweets di Bogor, 5 tweets di Kalimantan Tengah, dan 20 tweets di DKI Jakarta.

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (4) via Trendsmap

 

1 dari 3 halaman

Lokasi Netizen

Ternyata, 78 persen netizen yang terlibat dalam pembicaraan mengenai DP 0 persen mayoritas berasal dari luar Jakarta. Rinciannya, 22 persen dari Jakarta, 22 persen dari Banten, 17 persen dari Sumatera Utara, 17 persen dari Yogyakarta, 14 persen dari Jawa Tengah, 14 persen dari Bali, 14 persen dari Jawa Timur, 13 persen dari Jawa Barat, 12 persen dari Sulawesi Utara, dan 11 persen dari Kalimantan Tengah.

Untuk parameter jumlah tweets tentang DP 0 persen dengan mengabaikan terjadinya pembicaraan, 40 persen tweets berasal dari Jakarta, 17 persen dari Jawa Barat, 9 persen dari Jawa Timur, 9 persen dari Jawa Tengah, 5 persen dari Banten, 5 persen dari Yogyakarta, 3 persen dari Sumatera Utara, 2 persen dari Sulawesi Selatan, dan 1 persen dari Bali.

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (5) via Trendsmap

Tagar terkait topik ini adalah #pilkadadki (9 persen), #jakartajuaranya (3 persen), #terimakasihahok (2 persen). Sementara topik nontagar terkait topik ini adalah anies (18 persen), reklamasi (15 persen), oce (14 persen), janji (14 persen), rupiah (10 persen), sandi (10 persen), dll (10 persen), kjp (10 persen), alexis (10 persen), dan transportasi (8 persen).

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (6) via Trendsmap

2 dari 3 halaman

Akun paling berpengaruh

Untuk tweet yang paling banyak mendapat retweet, quote, reply, dan paling memengaruhi netizen, bisa dilihat di bawah ini. Kebanyakan di antara tweet itu berasal dari akun portal berita, termasuk tweet akun Liputan6.com yang menurut data dari Trendsmap paling memengaruhi netizen.  

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (7) via Trendsmap

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (8) via Trendsmap

Untuk daftar akun paling top dan paling berpengaruh, beberapa di antaranya juga diisi oleh akun portal berita, termasuk akun Liputan6.com yang menjadi Top Influencer.  

Analisis Media Sosial DP 0 Persen (9) via Trendsmap

Demikian analisis Tekno Liputan6.com mengenai peta pembicaraan 'DP 0 persen' di Twitter dengan menggunakan social media analytic tool Trendsmap.

(Why/Isk)

Artikel Selanjutnya
Kredit Naik Signifikan, Laba BNI Tembus Rp 6,41 Triliun
Artikel Selanjutnya
Pencairan Anggaran Lambat Bikin Ekonomi Tumbuh di Bawah Harapan