Sukses

Perangkat Wearable Bisa Deteksi Emosi Pasangan Saat Cekcok

Liputan6.com, California - Sekelompok ilmuwan menciptakan teknologi yang dapat mendeteksi tanda-tanda emosi negatif. Emosi tersebut biasanya muncul pada pasangan yang sering bersilat lidah. Teknologi itu nantinya akan disematkan di perangkat wearable seperti smartwatch.

Seperti dikutip Ubergizmo, Selasa (25/4/2017), ilmuwan dari University of Southern California ini ingin mendeteksi emosi dan perasaan manusia dari perangkat wearable, khususnya dari pasangan yang sering berdebat.

Karena itu, perangkat wearable nantinya bisa mendeteksi tanda-tanda tersebut dari suhu badan, pacu jantung, dan keringat penggunanya.

Cara kerjanya cukup mudah. Masing-masing pasangan akan menggunakan perangkat wearable dengan aplikasi khusus. Setelah log in, machine learning di dalam aplikasi akan mencari tahu intensitas emosi yang sedang terjadi.

“Ia bisa mendeteksi intensitas perasaan secara akurat hingga 86 persen. Nantinya, teknologi ini akan bisa memprediksi 5 menit sebelum perdebatan terjadi,” kata pimpinan ilmuwan Theodora Chaspari.

Ke depannya, teknologi yang menggunakan bio-signal ini akan menjadi sumber informasi yang bisa didapat manusia tanpa harus melihatnya dengan mata.

“Emosi adalah unsur yang paling sulit dilihat manusia, kami berharap teknologi yang dirancang tak hanya menyimak emosi negatif yang sedang terpancar, namun jenis emosi lain yang juga bisa dirasakan,” pungkasnya.

(Jek/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Pengguna PC Lebih Emosional dari Pemakai Ponsel
Artikel Selanjutnya
5 Teknologi Ini Bakal Gantikan Password?