Sukses

Xiaomi Tolak Disebut sebagai Apple Versi Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta - Sejak muncul pada 2010, Xiaomi kerap dibandingkan dengan Apple. Hal itu terjadi mengingat produk dan karakteristik perusahaan yang mirip dengan perusahaan asal Cupertino, AS, tersebut.

Namun dalam wawancara terbaru, CEO Xiaomi Lei Jun menolak apabila perusahannya disandingkan dengan Apple. Menurutnya, Xiaomi kini lebih tepat jika dibandingkan dengan Costco Wholesale Corp., sebuah ritel serba ada asal Amerika Serikat.

"Kami memiliki sistem nilai yang sama dengan Costco. Kami ingin pengguna memiliki produk yang lebih baik dengan harga terjangkau," ujarnya seperti dikutip dari laman Bloomberg, Sabtu (6/5/2017).

Apple diketahui selalu menjual barang dengan harga mahal dan mengambil margin yang besar. Hal berbeda dilakukan Costco yang menjual barang dengan margin lebih kecil tapi mengandalkan pendapatan dari biaya keanggotaan bulanan.

Strategi serupa memang tengah diadopsi oleh Xiaomi. Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, sekarang perusahaan asal Tiongkok itu mulai menawarkan penjualan dari sisi layanan dan aplikasi.

Perubahan strategi juga dilakukan untuk mendongkrak penjualan perangkatnya. Tak seperti sebelumnya yang mengandalkan penjualan online, Lei memilih menerapkan konsep efisiensi berbasis internet pada penjualan offline.

Untuk informasi, Xiaomi memang tengah mengubah citra perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu tak ingin lagi dikenal sebagai pabrikan smartphone tapi merupakan perusahaan teknologi inovatif. 

(Dam/Cas)

Artikel Selanjutnya
Mengapa Smartphone China Bisa Murah? Ini 7 Rahasianya
Artikel Selanjutnya
Apple Baru Bisa Cicipi Untung di India Setelah 2018