Teori Hawking Dikecam Pemuka Agama
Jaenal Abidin
Stephen Hawking
04/09/2010 13:10 | Fisika
Liputan6.com, Jakarta: "Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan penciptaan alam semesta", Teori tersebut yang dikemukakan oleh fisikawan Stephen Hawking telah menuai kritik para pemuka agama dan dikecam oleh Uskup Agung Canterburry, Inggris.
Dalam buku terbarunya, "The Grand Design", Prof. Hawking menyatakan bahwa tidak ada kekuatan Tuhan yang dibutuhkan untuk menjelaskan mengapa alam semesta terbentuk. "Karena adanya hukum alam, seperti gravitasi, semesta dapat mencipta dirinya sendiri dari ketiadaan... Tak perlu untuk menyeru pada Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan mengatur alam semesta."
Teorinya tersebut menuai kritik dari Kepala Gereja Kristen Anglikan, Rowan Williams. Ia tidak bisa menerima argumen Hawking bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Menurut Williams, manusia sejak dahulu percaya bahwa Tuhan menciptakan semesta. "Percaya kepada Tuhan bukan sekadar mengisi kekosongan dalam menjelaskan bagaimana suatu hal terkait dengan hal lain di dalam alam semesta. Kepercayaan itulah yang menjelaskan bahwa ada suatu unsur yang pintar dan hidup dimana segala sesuatu pada akhirnya bergantung pada keberadaannya," ucap Williams dalam majalah Eureka terbitan harian The Times.
Tidak hanya kritik dari Williams, beberapa kritikpun datang dari Vincent Nichols, Kepala Gereja Katolik Roma di Inggris, Lord Sacks, Ketua Rabbi, dan dan Ibrahim Mogra, Ketua Dewan Muslim Inggris. "Ilmu pengetahuan merupakan suatu penjelasan, sedangkan agama adalah menyangkut tafsiran," ucap Sacks kepada The Times. (Tlg/ARI)
Dalam buku terbarunya, "The Grand Design", Prof. Hawking menyatakan bahwa tidak ada kekuatan Tuhan yang dibutuhkan untuk menjelaskan mengapa alam semesta terbentuk. "Karena adanya hukum alam, seperti gravitasi, semesta dapat mencipta dirinya sendiri dari ketiadaan... Tak perlu untuk menyeru pada Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan mengatur alam semesta."
Teorinya tersebut menuai kritik dari Kepala Gereja Kristen Anglikan, Rowan Williams. Ia tidak bisa menerima argumen Hawking bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Menurut Williams, manusia sejak dahulu percaya bahwa Tuhan menciptakan semesta. "Percaya kepada Tuhan bukan sekadar mengisi kekosongan dalam menjelaskan bagaimana suatu hal terkait dengan hal lain di dalam alam semesta. Kepercayaan itulah yang menjelaskan bahwa ada suatu unsur yang pintar dan hidup dimana segala sesuatu pada akhirnya bergantung pada keberadaannya," ucap Williams dalam majalah Eureka terbitan harian The Times.
Tidak hanya kritik dari Williams, beberapa kritikpun datang dari Vincent Nichols, Kepala Gereja Katolik Roma di Inggris, Lord Sacks, Ketua Rabbi, dan dan Ibrahim Mogra, Ketua Dewan Muslim Inggris. "Ilmu pengetahuan merupakan suatu penjelasan, sedangkan agama adalah menyangkut tafsiran," ucap Sacks kepada The Times. (Tlg/ARI)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
