Otak Kiri Lebih Peka terhadap Tulisan Arab
Desika Pemita
04/09/2010 14:19 | Penelitian
Liputan6.com, Beirut: Tulisan Arab memang menyimpan "keunikan" tersendiri. Sebagai tulisan yang dianggap paling sulit dipelajari di dunia, ternyata simbol aksara itu hanya bisa "dicerna" otak kiri. Kesimpulan itu didapatkan para peneliti dari Universitas Haifa di Tel Aviv, Israel, baru-baru ini.
Para peneliti mengatakan, manusia menggunakan kedua sisi otak mereka ketika mempelajari bahasa. Namun, manusia hanya menggunakan sisi otak kirinya ketika mempelajari karakter bahasa Arab, karena otak kiri lebih baik dalam mengenali perbedaan karakternya.
"Ketika seseorang belajar membaca bahasa Arab, otak mereka harus bekerja untuk mengetahui perbedaan huruf dengan suara yang akan dilafalkan," kata peneliti.
Penelitian yang dilakukan terhadap 40 respoden itu telah dilaporkan dalam jurnal Neuropsikologi. Lebih jauh, mereka mencari tahu soal tidak bekerjanya belahan kanan otak ketika membaca huruf Arab.
Para peneliti menunjukkan, beberapa "surat" yang sangat mirip dan perbedaan kecil pada bacaannya. Ketika pembaca melihat huruf Arab yang sama dengan belahan otak kanan mereka, mereka menjawab secara acak. Mereka tidak bisa membedakannya sama sekali.
"Ciri-ciri khusus bahasa Arab membuat sulit bagi otak kanan untuk terlibat. Otak kanan lebih peka terhadap aspek-aspek global ketika melihat," kata Profesor Zohar Eviatar, yang memimpin penelitian itu. "Sedangkan, belahan otak kiri lebih peka terhadap 'fitur lokal'. Sesuatu yang telah dikenali sebelumnya."(BBC/DES/SHA)
Para peneliti mengatakan, manusia menggunakan kedua sisi otak mereka ketika mempelajari bahasa. Namun, manusia hanya menggunakan sisi otak kirinya ketika mempelajari karakter bahasa Arab, karena otak kiri lebih baik dalam mengenali perbedaan karakternya.
"Ketika seseorang belajar membaca bahasa Arab, otak mereka harus bekerja untuk mengetahui perbedaan huruf dengan suara yang akan dilafalkan," kata peneliti.
Penelitian yang dilakukan terhadap 40 respoden itu telah dilaporkan dalam jurnal Neuropsikologi. Lebih jauh, mereka mencari tahu soal tidak bekerjanya belahan kanan otak ketika membaca huruf Arab.
Para peneliti menunjukkan, beberapa "surat" yang sangat mirip dan perbedaan kecil pada bacaannya. Ketika pembaca melihat huruf Arab yang sama dengan belahan otak kanan mereka, mereka menjawab secara acak. Mereka tidak bisa membedakannya sama sekali.
"Ciri-ciri khusus bahasa Arab membuat sulit bagi otak kanan untuk terlibat. Otak kanan lebih peka terhadap aspek-aspek global ketika melihat," kata Profesor Zohar Eviatar, yang memimpin penelitian itu. "Sedangkan, belahan otak kiri lebih peka terhadap 'fitur lokal'. Sesuatu yang telah dikenali sebelumnya."(BBC/DES/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
