Sukses

Olympus Rilis Kamera Mirrorless Rasa DSLR untuk Traveler

Liputan6.com, Jakarta - Traveling ke tempat-tempat yang indah tak lengkap rasanya tanpa berfoto, baik foto diri maupun pemandangan di sekitar. Terlebih, kini orang gemar memamerkan hasil fotonya ke jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Instagram atau mengunggah kisah perjalanan ke blog.

Seiring dengan perkembangan teknologi kamera, traveler kini lebih menyukai kamera mirrorless dibanding kamera digital single-lens reflex (DLSR) lantaran ukurannya yang lebih kompak, bahkan sekecil kamera saku. Namun begitu, ketangguhan mirrorless ini layaknya DSLR.

Dengan bobot yang ringan dan tak makan tempat, kamera mirrorless juga memungkinkan traveler untuk memotret dengan hasil layaknya fotografer pro tetapi tak terkesan berpenampilan fotografer yang menenteng kamera besar.

Meski begitu, tak sembarangan mirrorless bisa jadi pilihan bagi traveler. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan, seperti sensor yang menentukan hasil foto, ketersediaan lensa kamera, dan kehadiran image stabilization (IS).

Untuk memenuhi ketiga kebutuhan itu, Olympus menghadirkan kamera mirrorless Olympus OMD-EM10 Mark II. Mengutip keterangan pers dari Olympus, Kamis (18/5/2017), kamera OMD-EM10 Mark II dibekali teknologi 5 Axis yang memungkinkan traveler memotret dengan kecepatan shutter lambat tanpa khawatir hasilnya buram.

Tak hanya itu, saat sedang merekam video, gambar yang dihasilkan pun lebih stabil seperti perekaman movie oleh profesional. Bobot kamera juga ringan karena tidak memerlukan alat penstabil tambahan, seperti gymbal dan lain-lain. Terpenting, gambar yang dihasilkan kamera diklaim tetap berkualitas tinggi dan tetap tajam.

Secara fisik, E-M10 Mark II ini hadir dengan fitur lengkap namun harganya terjangkau. Bentuk fisiknya mirip dengan DSLR, dengan jendela bidik di bagian atas dan bukan bagian samping kiri seperti kamera mirrorless pada umumnya.

Berbagai peningkatan pada kemera ini dibanding versi sebelumnya adalah peningkatan electronic shutter, jendela bidik detail, video 60 fps, built-in flash, serta fitur 4K timelapse, dan AF target pad. Dengan fitur-fitur itu, kamera ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan traveler.

Teknologi Image Stabilization

Bagi kamu yang belum tahu, teknologi ini ada untuk mengkompensasi goyangan (shake) kamera saat pengguna memotret. Dengan demikian, hasil foto bisa lebih tajam, sekalipun dalam kondisi minim cahaya atau saat kamera terguncang saat merekam video.

Teknologi ini dianggap penting bagi para traveler, agar mereka tidak perlu lagi membawa tripod saat bepergian. Dengan adanya teknologi IS pada bodi kamera, fungsi tripod pun seolah tergantikan. Hasil foto juga bisa lebih optimal dan stabil.

(Tin/Isk)

Artikel Selanjutnya
Rencana Pembunuhan Ahok Terendus Lewat Telegram
Artikel Selanjutnya
Sinyal 4G LTE Telkomsel Lenyap, Warganet Mencak-Mencak