Sukses

Aplikasi Pembayaran PayTren Bidik 10 Juta Pengguna

Liputan6.com, Bandung - Aplikasi pembayaran PayTren mengklaim telah mengantongi nilai transaksi hingga Rp 5,6 miliar - Rp 8 miliar per hari. Rata-rata setiap harinya terjadi 200.000-300.000 transaksi. Total penggunanya mencapai 1,4 juta dan 90 persen di antaranya berada di Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) PayTren Hari Prabowo mengatakan, PayTren juga sudah ada di 24 negara. Pasar kedua mereka malah sudah di Korea Selatan. Adapun pertumbuhan pelanggan sekitar 3.000-4.000 akun per hari.

"Financial technology (fintech) itu berpotensi tumbuh subur di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum tersentuh perbankan," katanya di Bandung, baru-baru ini.

Hari mengatakan, banyak di antara masyarakat yang memiliki uang dan smartphone serta sudah melek teknologi internet. Inilah yang menjadi pasar potensial fintech. Mereka pulalah yang menjadi sasaran pemasaran PayTren.

Dengan mengenalkan fintech kepada masyarakat yang belum tersentuh perbankan tersebut, menurut Hari, diharapkan menjadi jembatan untuk mengantarkan mereka menjadi pengguna jasa layanan perbankan di kemudian hari.

Di Indonesia, lanjutnya, pembayaran tiket pesawat menjadi transaksi yang paling sering dilakukan pengguna PayTren. Transaksi lainnya adalah pembayaran rekening listrik dan pembelian pulsa prabayar.

"Kami menargetkan, jumlah pengguna PayTren bisa mencapai 10 juta," tuturnya.

Nilai transaksi fintech sendiri di Indonesia sepanjang tahun ini diprediksi mencapai US$ 19 miliar atau sekitar Rp 253,44 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 13.339). Nilai transaksi tersebut baru mencapai 25 persen dari total potensi fintech di seluruh Indonesia, yang diperkirakan mencapai Rp 1.000 triliun tahun ini.

Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana, memprediksi pada 2021 nilai transaksi fintech di Indonesia akan mencapai US$ 37,146 miliar atau sekitar Rp 495,5 triliun.

"Potensi fintech didukung investor. Sepanjang 2016 ada Rp 486,3 miliar investasi yang masuk ke sektor ini. Layanan fintech yang paling familiar di Indonesia adalah payment dan lending," katanya.

Data Bank Indonesia mencatat, dalam tiga tahun terakhir e-Payment melonjak tajam. Pada 2016 jumlah e-Payment tercatat mencapai 683,13 juta transaksi dengan nilai Rp 7,06 triliun.

Jumlah tersebut naik tajam dibandingkan 2015. Saat itu e-Payment baru mencapai 535,58 juta transaksi senilai Rp 5,28 triliun dan 2014 sebanyak 203,37 juta transaksi senilai Rp 3,32 triliun.

(Msu/Isk)

Artikel Selanjutnya
Mau Kredit Mitsubishi Xpander Tenor 10 Tahun? Ini Syaratnya
Artikel Selanjutnya
Mandiri Finance Kecipratan Rezeki Mitsubishi Xpander