Sukses

Jelang Mudik, Smartfren Bakal Tambah Kapasitas Jaringan

Liputan6.com, Yogyakarta - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, jaringan telekomunikasi selalu mengalami kepadatan trafik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Terlebih saat puncak mudik, di mana sebagian besar umat muslim melakukan tradisi pulang ke kampung halaman. Kepadatan lalu lintas jaringan pun berpindah dari kota asal ke kota tujuan mudik.

Namun tak perlu khawatir karena operator telekomunikasi mengatasinya dengan menambahkan kapasitas jaringan di berbagai tempat yang diprediksi makin tinggi trafiknya. Salah satunya adalah operator telekomunikasi Smartfren yang telah menyiapkan langkah antisipatif, yakni menambah kapasitas jaringan hingga 25 persen dibandingkan kapasitas yang ada saat ini.

Diungkapkan oleh VP Technology Relation and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo, Smartfren telah melakukan analisa bahwa akan terjadi peningkatan lalu lintas komunikasi secara signifikan.

"Misalnya di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa serta beberapa kota seperti Cilegon, Tasikmalaya, Magelang, Madiun, dan Banyuwangi. Smartfren melakukan peningkatan kapasitas jaringan 25 persen dibanding hari biasa," kata Munir di Yogyakarta, Selasa (23/5/2017) malam.

Munir menjelaskan, kapasitas yang ditambah bersifat temporer melalui mobile BTS. Artinya saat trafik sudah normal, kapasitas jaringan akan kembali seperti semula. Dengan demikian, pihaknya berharap agar kualitas komunikasi dan internet masyarakat tetap lancar dan tanpa macet pada Ramadan dan Idul Fitri.

Munir mengatakan, sebenarnya Smartfren memprediksi bahwa pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini trafik komunikasi maupun internet akan mengalami kenaikan hingga 15 persen. Oleh karenanya, operator di bawah Sinar Mas ini menyiapkan kenaikan kapasitas trafik 25 persen. "Supaya bisa mengcover prediksi kami yang 15 persen itu," kata Munir.

1 dari 2 halaman

Smartfren siap hadapi lonjakan trafik data

 

VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo berikan paparan hasil uji jaringan di Yogyakarta, Selasa (23/5/2017) malam. Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani

"Jadi 25 persen itu bukan kenaikan trafik tapi kapasitas yang kita siapkan. Misalnya, sekarang ada 80 terus prediksi naik 15 persen jadi 95 sehingga masih tercover karena yang disiapkan 105," kata Munir mencontohkan.

Kapasitas jaringan yang disediakan lebih besar dari prediksi, sebab menurut Munir bisa saja terjadi perubahan pada praktiknya. "Kayak tahun 2016 yang tadinya diprediksi tidak ada masalah, ternyata Brexit bermasalah tapi komunikasi tidak bermasalah, karena bisa langsung diatasi dengan memasang mobile BTS . Begitu kita tahu sehari sebelumnya akan bahaya maka akan kita langsung pasang mobile BTS, dalam waktu 24 jam sudah deploy," ujar dia.

Munir mengatakan, selama Ramadan dan Idul Fitri, Smartfren menyiapkan tim task force yang dimulai 17 hari sebelum dan 14 hari setelah Idul Fitri untuk mengatasi kepadatan trafik saat mudik. Task force yang dimaksud adalah menyediakan network operation center yang ada di Jakarta dan Surabaya guna memantau trafik selama 24 jam. Jika ada yang overload, tim yang ada di 55 titik di lapangan bakal langsung bergerak ke lokasi.

Tim ini, menurut Munir, terdiri dari 200 engineer dengan 150 kendaraan operasional serta bantuan 60 mobile BTS yang akan dipakai untuk menaikkan kapasitas jaringan Smartfren.

Pihaknya juga bakal memantau area yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik data, yakni area publik mulai dari pelabuhan, bandara, stasiun, jalur darat seperti tol, jalan nasional, dan jalan-jalan alternatif yang padat. Selain itu pemantauan juga dilakukan di kota tujuan mudik di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

(Tin/Ysl)

Artikel Selanjutnya
ASDP Indonesia Prediksi Penumpang Naik 5% saat Libur Idul Adha
Artikel Selanjutnya
XL Tambah 6.000 BTS hingga Akhir 2017