Sukses

Situasi Qatar Memanas, Bagaimana Nasib Indosat Ooredoo?

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi politik di Qatar kian memanas. Lantas, bagaimana nasib Ooredoo selaku induk usaha Indosat

Disampaikan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, peliknya situasi politik di negara Timur Tengah ini tidak akan berdampak ke Indosat Ooredoo.

"Itu tidak ada hubungannya. Ooredoo memang pemegang saham Indosat, tetapi sudah lama sekali tidak menyuntik (dana) yang baru. Kita kan perusahaan Indonesia, udah gitu tercatat (di Indonesia)," kata Alex kepada Tekno Liputan6.com saat acara buka puasa bersama di kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Senin (12/6/2017) kemarin.


Pria yang akrab disapa Alex ini menambahkan, sebagai perusahaan yang tercatat di Indonesia, bisnis dan pendapatan Indosat Ooredoo tentu bersumber dari Indonesia. "Pasar kita kan bukan di Timur Tengah, jadi tidak ada masalah," ia menegaskan.

Seperti diketahui, sebelumnya saham Indosat sempat mengalami fluktuasi sejak satu pekan yang lalu karena konflik Qatar dengan sejumlah negara Timur Tengah. 



Disampaikan analis Bina Artha Sekuritas, Reza Priyambada, saham Indosat (ISAT) merosot 175 poin, dan terkoreksi 2,62 persen pada level 6.500. Saat dibuka di level 6.675, ISAT terus melemah pada Selasa (6/6/2017) dan bahkan menyentuh level 6.450.

Walau demikian, saham ISAT akhirnya perlahan memulih pada Senin (12/6/2017) dengan angka Rp 6.350 per lembar, naik 150 basis poin dibanding saat pembukaan.

Sebagai informasi, Ooredoo adalah pemegang saham mayoritas sebanyak 65 persen di Indosat Ooredoo, melalui Ooredoo Asia Pte Ltd. Ooredoo dulunya bernama Qatar Telecom. Ia adalah penyedia layanan komunikasi di Qatar. Pendapatan Ooredoo juga tak lepas dari kontribusi Indosat dengan prediksi sekitar 60 persen.

(Jek/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
RI Siap Bantu Penyelesaian Isu Rohingya yang Kembali Memanas
Artikel Selanjutnya
Di Tengah Krisis Teluk, Qatar Pulihkan Hubungan dengan Iran