Sukses

Peretas Bidik Fasilitas Nuklir

Liputan6.com, Jakarta - Peretas anonim tengah membidik sejumlah fasilitas nuklir di Amerika Serikat (AS) sejak dua bulan lalu. 

Laporan Department of Homeland Security dan FBI, yang dikutip dari The New York Times via The Verge, Jumat (7/7/2017), menyebutkan salah satu fasilitas nuklir yang menjadi sasaran adalah Wolf Creek Nuclear Operating Corporation.

Fasilitas ini menangani pengawasan operasi pembangkit listrik tenaga nuklir di Burlington, Kansas. Masih menurut laporan tersebut, sejumlah perusahaan energi dan pabrik juga menjadi target peretas.

Sejauh ini dampak yang dihasilkan dari peretasan ini belum diketahui pasti, begitu pula motif di baliknya. Ada kemungkinan, peretas tertarik mencuri rahasia perdagangan infrastruktur AS. Atau boleh jadi peretas sekadar ingin menimbulkan gangguan.

Hal yang juga masih menjadi misteri adalah apakah ada fasilitas lain yang menangani pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi target. Namun demikian, laporan itu menyebut, "Tidak ada indikasi bahwa peretas telah menerobos ke dalam sistem kontrol fasilitas."

Sementara itu, salah satu pejabat di Wolf Creek juga menegaskan bahwa "sistem operasi" fasilitas itu terpisah dari jaringan komputer fasilitas secara umum. Hal ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencegah atau setidaknya meminimalisasi serangan siber semacam ini yang memungkinkan peretas mengendalikan sistem kontrol secara langsung.

Tonton video menarik berikut ini:

(Why/Cas)

Artikel Selanjutnya
Pasca-Uji Coba Nuklir Korut, Trump Setuju Jual Senjata ke Korsel
Artikel Selanjutnya
Korea Utara Umumkan Kemajuan dalam Pengembangan Bom Hidrogen