Sukses

Payfazz Kembangkan Strategi Ekspansi Agen

Liputan6.com, Bandung - Payfazz, salah satu startup binaan Indigo.id di bidang financial technology (fintech), terus menunjukkan performa signifikan dari skala pengembangan bisnis.

CEO Payfazz, Hendra Kwik mengatakan hingga Juli ini pihaknya mengklaim mempunyai 12.000 agen. Kini Payfazz terus menerapkan sejumlah strategi melalui ekspansi agen, kerja sama distribusi, relasi media, serta penambahan produk.

"Kami terus tumbuh dan ada di jalur yang tepat untuk mencapai target jumlah Agen Nusantara Payfazz hingga satu juta orang pada akhir 2018. Makin banyak jumlah Agen Nusantara Payfazz, makin banyak pula penduduk Indonesia yang terbantu serta makin banyak layanan perbankan tersalurkan," ujar Hendra Kwik kepada Tekno Liputan6.com.

Menurut dia, aplikasi Payfazz paling banyak digunakan untuk transaksi pembelian pulsa dan pembayaran tagihan Payment Point Online Bank (PPOB). Layanan sejenis seperti Gopay dan Tcash menjadi layanan setara, akan tetapi fokus pasarnya berbeda karena program Payfazz berfokus melayani masyarakat awam yang kurang terjamah teknologi keuangan dan perbankan.

"Berdasarkan riset tim Payfazz, ada sekitar 170 juta orang di Indonesia yang masih belum mempunyai rekening bank karena beberapa faktor. Antara lain kurangnya paparan literasi keuangan di lingkup masyarakat kelas bawah, label unbankable people (masyarakat tak punya rekening bank, red.) yang disematkan, serta titik persebaran bank dan mesin ATM belum merata," sambungnya.

Menurut dia, berkaitan hal tersebut, Payfazz hadir dalam bentuk aplikasi berbasis Android yang kemudian menjadi terobosan bagi teknologi keuangan yang dapat dengan mudah diakses dan digunakan masyarakat secara umum. Karenanya, peluang melakukan peningkatan skala bisnis dan menjadi portal keuangan bagi masyarakat Indonesia masih sangat besar kesempatannya.

Diharapkan, Agen Premium Payfazz tidak hanya sekedar menjadi agen pulsa, tetapi menjadi agen keuangan yang paham akan penggunaan teknologi keuangan dalam rangka mempermudah kebutuhan sehari-hari.

"Selain itu, agen kami yang sebagian besar menyasar masyarakat awam, dilengkapi dengan kode referral, yang terdiri dari kombinasi numerik dan alfabet bertujuan menjangkau jaringan usaha lebih luas, " sambungnya.

Agen premium, sambung dia, akan mendapatkan lebih banyak keuntungan, sehingga konsep ini akan berpotensi menciptakan efek domino positif seperti merangkul lebih banyak unbankable people untuk menjadi agen premium. Payfazz mengakui, kehadiran Indigo.id telah membantu dalam membangun jejaring bisnis ke Telkom group yang mereka yakini akan menjadi mitra strategis di masa depan.

"Lebih jauh lagi, Indigo memberikan bekal yang bermanfaat lewat program mentoring selama masa inkubasi berlangsung. Hal ini tentunya menjadi benefit nyata yang terbukti membantu Payfazz berkembang menjadi startup yang lebih maju lagi," pungkasnya.

Tonton video menarik berikut ini:

(Msu/Why)

Artikel Selanjutnya
Kantongi Rp 14,7 Triliun dari Alibaba, Tokopedia Mau Apa?
Artikel Selanjutnya
Bawa Sistem Keamanan, Kapan BlackBerry Buka Kantor di Indonesia?