Sukses

Tak Sepenuhnya Disetop, Google Glass Ternyata Berubah Fungsi

Liputan6.com, Jakarta - Setelah dinyatakan pengembangannya dihentikan, Google ternyata tak benar-benar menutup proyek Google Glass. Buktinya, Alphabet selaku induk perusahaan Google, baru saja memperkenalkan Google Glass generasi kedua.

Melalui divisi penelitian X, perusahaan memperkenalkan Google Glass generasi kedua yang memiliki tampilan mirip dengan versi sebelumnya. Namun, dalam versi terbaru ini, Google Glass hadir untuk kebutuhan yang lebih spesifik dan khusus.

Perangkat yang diberi nama Glass Enterprise Edition ini kini ditujukan untuk kebutuhan korporasi. Karenanya, seperti dikutip dari CNET, Kamis (20/7/2017), perangkat ini hanya tersedia di Glass Partners, perusahaan khusus yang akan mengembangkan Glass sesuai kebutuhan klien.

Mengingat perangkat ini dapat dikustomisasi, harga dari perangkat pun tak dapat ditentukan. Menurut perusahaan, harga dari tiap unit berbeda tergantung dari kustomisasi software, dukungan pelanggan, dan pelatihan yang dibutuhkan.

Glass model terbaru ini kini juga dibekali dengan peningkatan yang lebih baik dari sisi spesifikasi. Daya tahan baterai, bobot yang lebih ringan, dan prosesor yang lebih cepat merupakan beberapa pembaruan yang dibenamkan perusahaan.

Tak hanya itu, perangkat ini dilengkapi dengan kamera 8MP, termasuk lampu yang dapat digunakan saat merekam, termasuk koneksi nirkabel yang lebih aman. Glass anyar ini juga dapat menggunakan lens prescription.

Lantas, seperti apa penggunaan Google Glass anyar ini nantinya? Perusahaan menyebut perangkat ini dapat digunakan profesional dalam beberapa bidang, termasuk kesehatan, manufaktur, logistik, dan petugas lapangan.

Sebagai informasi, Google Glass merupakan proyek kacamata pintar yang rilis tiga tahun lalu. Namun, kacamata pintar ini ternyata kurang mendapat respons positif di pasar, sehingga Google memilih untuk tak melanjutkannya.

(Dam)

Tonton Video Menarik Berikut Ini :

Artikel Selanjutnya
Google Assistant Bikin Sengsara Pengguna Smartwatch, Kok Bisa?
Artikel Selanjutnya
Ketemu Nama Jalan Rekayasa di Google Maps? Begini Cara Lapornya