Sukses

5 Tanda Kamu Kecanduan Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial merupakan layanan internet yang banyak digemari oleh warganet. Bahkan saking populernya, penggunaan media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental anak-anak muda.

Berdasarkan survei #StatusofMind dengan responden 1.479 anak muda berumur 14 sampai 24 tahun, Instagram memiliki dampak positif dalam hal ekspresi diri. Tapi aplikasi berbagi foto itu dapat berefek negatif pada citra badan, tidur, dan ketakutan kehilangan.

Selain itu, media sosial yang lain seperti Facebook juga menjadi sorotan. Banyak anak muda mengatakan, mereka merasa panik dan sakit secara fisik jika tidak mengunggah puluhan selfie dalam sehari di Facebook.

Nah, apakah kamu adalah salah satu warganet yang tidak bisa lepas dari media sosial? Berikut 5 tanda kamu ketagihan media sosial, seperti dilansir Telegraph, Senin (31/7/2017). 

1. Tidak bisa lepas dari ponsel
Facebook (qz.com)Salah satu tanda kamu ketagihan media sosial adalah kamu tidak bisa lepas dari ponsel, bahkan saat sedang makan malam berdua dengan pasangan. Kamu berpendapat, makan malam akan terasa kurang romantis jika tidak membagikan informasi tersebut kepada teman-teman di media sosial.

Selain itu, ponsel adalah benda pertama yang kamu cari ketika bangun tidur. Biasanya, mereka yang ketagihan media sosial tidak ingin berada jauh dari ponsel, jadi selalu meletakkannya di samping tempat tidur atau di bawah bantal.

Setelah mengaktifkan ponsel saat bangun tidur, kamu akan memeriksa beberapa kali komentar di-retweet atau disukai. Kamu juga melakukan hal seperti ini sebelum tidur.

2. Selalu update status
(ilustrasi/guim.co.uk)Kamu selalu memanfaatkan semua peluang yang ada untuk memperbarui status di media sosial. Jika perlu kamu juga melakukannya saat sedang menemani anak-anak untuk tidur.

Selain itu, orang yang kerap menyukai konten yang mereka unggah sendiri di Facebook juga dianggap telah kecanduan dengan media sosial.

Hal yang sama juga berlaku jika kamu melakukannya di media sosial lain seperti Instagram dan Twitter. Jika kamu termasuk salah satunya, maka sebaiknya berhenti melakukan hal tersebut.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

 

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda Ketagihan Media Sosial

3. Informasikan segala hal di media sosial
Ilustrasi Instagram (Liputan6.com/Sangaji)Tanda ketiga kecanduan adalah ketika seseorang bertanya bagaimana akhir pekan, kamu menjawabnya dengan "Apa kamu tidak lihat bagaimana menariknya foto-foto yang saya unggah di Instagram?".

Lalu kamu merasa terganggu karena orang tersebut tidak melihat foto atau video yang kamu unggah di media sosial dan meng-unfollow mereka.

Selain memamerkan segala yang dilakukan dalam bentuk foto dan video, kamu juga selalu check-in di setiap tempat.

4. Tak mau dibilang ketinggalan informasi
Aplikasi Twitter. Ilustrasi: Dailydot.comHal pertama yang kamu lakukan ketika seseorang yang terkenal meninggal dunia adalah langsung mencari tahu informasi tentang orang tersebut, terutama soal karirnya.

Alasan pertama kamu melakukannya karena ingin selalu disebut mengetahui informasi terbaru dan mengunggahnya di media sosial.

Contoh lainnya adalah ketika kamu ingin selalu menjadi yang pertama mengomentari suatu hal, seperti acara televisi atau film baru. Biasanya setelah menonton, kamu akan langsung mengutarakan pendapat di media sosial karena tidak ingin didahului oleh orang lain.

Memberi Komentar

5. Komentar tidak pada tempatnya
Ilustrasi akun Twitter. (Foto: CNET)Tanda kecanduan media sosial yang terakhir adalah kamu kerap menggunakan kata "lol" ketika menanggapi lelucon orang lain. Lol adalah akronim dalam Bahasa Inggris untuk laught out loud atau tertawa terbahak-bahak.

Ketimbang menggunakan kata "lol" saja, sebaiknya tanggapi dengan ucapan untuk menunjukkan ketertarikan Anda dengan lelucon tersebut.

Setelah melihat tanda-tanda di atas, apakah kamu termasuk salah satu yang kecanduan media sosial?

(Din/Isk)

 

Artikel Selanjutnya
Media Sosial Bahayakan Hubungan dengan Pasangan?
Artikel Selanjutnya
Anak Dikomentari Tak Senonoh, Nafa Urbach Kejar Kaum Pedofil