Sukses

Pendiri Uber: Travis Kalanick Tak Akan Balik Jadi CEO

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri Uber, Garret Camp, menanggapi pemberitaan tentang peluang Travis Kalanick kembali menempati posisi CEO, yang baru dilepaskannya beberapa waktu lalu. Camp memastikan Kalanick tidak akan menjabat kembali sebagai CEO Uber.

Dilansir Business Insider, Jumat (11/8/2017), Camp menyampaikan hal tersebut kepada para karyawan Uber melalui sebuah memo. Ia sekaligus mengonfirmasi pencarian CEO baru masih berlangsung.

"Meskipun ada rumor yang saya yakin Anda sudah lihat di berbagai berita, Travis tidak akan kembali sebagai CEO. Kami berkomitmen merekrut CEO kelas dunia baru untuk memimpin Uber," tulis Direktur Uber itu.

Pernyataan Camp didukung oleh investor besar Uber, Benchmark. Perusahaan venture capital itu menyinggung soal CEO baru di akun Twitter-nya.

"Kami sangat yakin seribu karyawan Uber sangat tertarik tentang apa yang bisa dicapai dengan CEO baru yang tepat," kicau Benchmark.

Pernyataan Camp dan Benchmark ini muncul beberapa hari setelah The Information melaporkan Kalanick tengah mengalang dukungan dari para karyawan Uber. Kalanick memastikan bisa mendapatkan dukungan jika ia berusaha untuk mendapatkan kembali kontrol atas perusahaan tersebut.

Selain itu, Recode sebelumnya juga menyebutkan Kalanick telah menyatakan keinginannya mendapatkan kembali posisi CEO kepada sejumlah orang. Ia ingin kembali menjabat sebagai CEO, persis seperti kisah Steve Jobs yang kembali kepada Apple pada 1990-an.

Kalanick melepas jabatan CEO pada Juni 2017 setelah sekelompok investor menuntut pengunduran dirinya. Desakan itu disebabkan investigasi internal yang mengungkapkan sejumlah kasus pelecehan seksual, diskriminasi dan berbagai masalah lain di internal Uber.

(Din/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Saksikan Inspirato Bersama CEO BlackBerry John Chen
Artikel Selanjutnya
Resmi, Dara Khosrowshahi Jadi CEO Uber