Sukses

Menerka Wanita Misterius Perwakilan Telegram Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah resmi membuka blokir terhadap sebelas domain name server (DNS) milik Telegram. Dengan demikian, pengguna Telegram di Indonesia dipastikan dapat kembali mengakses situs layanan chatting tersebut.

Pembukaan ini tak lepas dari upaya Telegram untuk memenuhi sejumlah permintaan Kemkominfo terkait penanganan konten negatif. Salah satu yang sudah diterapkan oleh Telegram adalah kehadiran perwakilannya di Indonesia.

Infomasi itu juga sudah dikonfirmasi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Meski tak mengungkap siapa perwakilan Telegram di Jakarta, ia memastikan layanan tersebut sudah menunjuk seseorang untuk menjadi penghubung dengan Kemkominfo.

"Sudah ada. Perwakilannya wanita dan ditunjuk langsung oleh Telegram," ujarnya saat ditemui usai konferensi pers pembukaan blokir Telegram di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Sekadar informasi, Menkominfo memang tak mewajibkan Telegram membuka kantor di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Rudiantara usai bertemu dengan CEO Telegram Pavel Durov beberapa waktu lalu. Ia beralasan, Telegram berbeda dari perusahaan lain yang mencari keuntungan di Indonesia.

"Telegram sendiri kan mirip organisasi nonprofit, berbeda dari layanan lain yang mencari iklan. Jadi, perlakuannya juga berbeda," ujarnya ketika itu.

Terlebih, komunikasi antara Telegram dan Kemkominfo sudah bisa dilakukan langsung melalui kanal khusus.

Selain menunjuk perwakilan di Indonesia, Telegram juga sudah menyiapkan script khusus untuk memblokir konten berisi radikalisme dan terorisme di layanannya. Melalui script khusus ini Telegram dapat menyaring kanal yang dianggap melanggar dan menutupnya.  

(Dam/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini : 

Artikel Selanjutnya
Top 3: Isi Surat Ratu Elizabeth tentang Kematian Putri Diana
Artikel Selanjutnya
VIDEO: Heboh Foto Pertemuan Kelompok Ateis Internasional di Malaysia