Sukses

Pemanfaatan Tenaga Surya Bisa Hemat hingga Rp 13 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Krisis sumber energi mendorong banyak orang membuat sumber energi baru, seperti menggunakan tumbuhan atau campuran bahan kimia.

Namun, rupanya alam sudah lebih dulu menyediakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, yaitu matahari. Pemanfaatan matahari sebagai sumber energi umumnya disebut sebagai tenaga surya.

Tenaga surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Nah, salah satu keuntungan menggunakan tenaga surya adalah hemat biaya. Dikutip VOA, Jumat (11/8/2p017), sekolah di Fremont, Amerika Serikat (AS), sudah menerapkan penggunaan tenaga surya.

Kepala Sekolah Fremont mengatakan pemanfaatan tenaga surya ini karena teknologi tenaga surya sudah maju dalam beberapa tahun terakhir. Tenaga surya bisa menghemat energi dan biaya.

Sekolah bisa menghemat dana karena panel surya bisa digunakan sepanjang tahun. Jika tidak ada kegiatan sekolah, energi akan tersimpan dan sekolah tidak perlu khawatir kehabisan energi. Menariknya, energi panel juga menghasilkan listrik saat bulan purnama.

Adapun, proyek ini menggunakan sistem sewa-beli dari perusahaan listrik setempat selama 20 tahun. Selama masa itu, sekolah membayar sejumlah uang untuk membeli panel surya. Setelah 20 tahun, panel itu menjadi milik sekolah sehingga tidak perlu membayar listrik lagi.

Untuk mendukung proyek ini, dinas pendidikan setempat memberi modal sebesar US$ 3 juta atau sekitar Rp 40 miliar. Rencananya akan ada 3.000 sampai 4.000 panel surya yang ditempatkan di lahan seluas 2,5 hektare.

Sayangnya, hanya 30 persen dari 125.000 sekolah di Amerika Serikat yang menggunakan tenaga surya. Padahal, penelitian yang dilakukan The Solar Foundation menyebutkan 72.000 sekolah bisa menghemat biaya hingga US$ 1 juta, atau sekitar 13 miliar selama 30 tahun.

(Theofilus Ifan Sucipto/Cas)

 

Artikel Selanjutnya
BUMN Incar Laba Rp 250 Triliun di 2018
Artikel Selanjutnya
Anggaran Infrastruktur Naik Jadi Rp 409 Triliun, Buat Apa Saja?