Sukses

Kantongi Rp 14,7 Triliun dari Alibaba, Tokopedia Mau Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Babak pendanaan terbaru Tokopedia kali ini bisa dibilang mengejutkan. Setelah isu penerimaan investasi yang berseliweran di sana-sini, e-Commerce yang identik dengan warna hijau itu mengumumkan telah menerima kucuran dana US$ 1,1 miliar (setara dengan Rp 14,7 triliun) dari raksasa e-Commerce Tiongkok, Alibaba.

Lantas, dengan modal baru yang jumlahnya tak main-main tersebut, apa yang akan dilakukan Tokopedia untuk mengembangkan bisnisnya?

Seperti diungkap pendiri sekaligus CEO Tokopedia  William Tanuwijaya, fokus utama Tokopedia setelah mengantongi suntikan dana Rp 14,7 triliun ini adalah ingin membangun pusat riset dan pengembangan (R&D, Research and Development).

Menurutnya, startup dan perusahaan teknologi lokal sudah waktunya untuk membangun pusat riset dan pengembangan sendiri di dalam negeri. Tak cuma itu, William juga mengungkapkan ambisinya untuk mendatangkan talenta terbaik lokal di dunia untuk berkarya di Indonesia.

"Kemarin, ada dua anak Indonesia belajar ke Harvard University. Mereka sempat intern di Tokopedia, jadi setelah lulus mereka akan kerja di sini. Jadi, talenta terbaik yang berkarier di perusahaan internasional pun bisa kembali ke Indonesia, bisa berkarya untuk dunia dari Indonesia. Hal seperti ini yang ingin kita replikasi ke Tanah Air," tandasnya.

William sayangnya tidak membocorkan skema porsi investasi yang akan dilakukan Tokopedia. Yang pasti, ia menekankan, akan ada banyak hal yang harus dilakukan dalam waktu dekat, seperti membangun pusat riset dan pengembangan serta menggodok talenta lokal.

"Paling berikutnya, kami juga akan edukasi pembangunan infrastruktur bersama mitra perbankan dan logistik. Indonesia kan pemerataan ekonomi sangat bergantung sama infrastruktur. Kami juga akan bekerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota setempat terkait hal ini," tutur William.

Untuk informasi, investasi Alibaba bersifat investasi murni dan bukan dalam bentuk akuisisi. Dengan begitu, Alibaba pun akan menjadi pemegang saham minoritas bagi Tokopedia.

"Tujuan kami tidak pernah ingin membangun Tokopedia yang pada akhirnya untuk dijual. Investasi itu digunakan untuk menyejahterakan dan menggeber pemerataan ekonomi secara digital. Ini bukan soal potensi investasi, tetapi kami ambil karena ada kesamaan misi visi dengan Alibaba," pungkasnya.

Alibaba bisa dibilang sebagai e-Commerce yang paling mendominasi di Negeri Tirai Bambu. Mereka bahkan mulai ekspansi ke Tanah Air dengan mengakuisisi Lazada, yang notabene menjadi salah satu pemain besar di industri e-Commerce lokal.

Tokopedia pun sama, ia menjadi salah satu pemain e-Commerce besar yang patut diperhitungkan, dan masuk ke dalam daftar unicorn startup di Asia Tenggara. Jadi, masuk akal jika Alibaba mengucurkan dana besar untuk Tokopedia, mengingat kiprahnya sangat berpengaruh di pasar e-Commerce Indonesia.

Sebagai kilas balik, pendanaan Tokopedia terakhir kali didapat pada 2014. Diketahui, investasi dikucurkan langsung dari Softbank Japan dan Sequoia Capital dengan nilai US$ 100 juta atau Rp 1,3 triliun. *

(Jek/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
BUMN Incar Laba Rp 250 Triliun di 2018
Artikel Selanjutnya
PT PP Raih Kontrak Baru Rp 21,8 Triliun hingga Juli 2017