Sukses

Berantas Penipuan Online, Tiongkok Bentuk Pengadilan Siber

Liputan6.com, Hangzhou - Pemerintah Tiongkok diketahui baru saja membentuk pengadilan khusus. Yang membuatnya khusus karena pengadilan tersebut bersifat digital.

Ya, pengadilan ini adalah pengadilan yang mengurusi tindak kejahatan yang terjadi di dunia maya. Tugasnya adalah menangani masalah hukum yang terjadi pada e-Commerce seperti penipuan online.

Menurut informasi yang dilansir The Verge, Minggu (20/8/2017), pengadilan ini bermarkas di kota Hangzhou. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan dari Shanghai. Hangzhou sendiri didapuk sebagai ibukota e-Commerce Tiongkok. e-Commerce besar seperti Alibaba dan NetEase juga bermarkas di situ.

Diketahui, kasus yang melibatkan industri e-Commerce di Hangzhou terus beranak pinak. Pada 2013, ada 600 kasus. Dan pada 2016, sudah ada lebih dari 10.000 kasus, dan banyak di antaranya merupakan penipuan online.

Oleh sebab itu, pemerintah Tiongkok menetapkan undang-undang untuk mewajibkan gugatan ke perusahaan yang didaftarkan di kota asalnya. Karena banyak sekali kasus di Hangzhou, pengadilan online akhirnya didirikan di kota tersebut.

Selain penipuan online, pengadilan akan menangani kasus seperti permasalahan belanja online, regulasi yang belum disahkan, masalah kontrak layanan internet, pelanggaran hak cipta, serta masalah pinjaman finansial yang bisa dilakukan secara online.

Pengadilan pun bisa menerima pendaftaran kasus secara elektronik. Bahkan, sidang juga akan disiarkan secara online.

Mekanismenya, penggugat dapat mengirimkan barang bukti secara online via akun pengadilan yang telah mereka buat. Nanti, transmisi data soal kasus yang dialami akan dienkripsi oleh Alibaba Cloud.

(Jek/Cas)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Menkominfo Belum Blokir Akun dan Situs Saracen, Kenapa?
Artikel Selanjutnya
5 Jasa Hacker Anonymous Lawan Kejahatan Transnasional