Sukses

Hebat, Mahasiswa Indonesia Juarai Kontes Robot di Amerika Serikat

Liputan6.com, Jakarta - Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan nama di ajang kompetisi robot internasional. Kali ini, mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Keduanya berhasil menjuarai kompetisi robot internasional dalam Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Amerika Serikat. Atas prestasi tersebut, keduanya pun masuk dalam daftar 72 Ikon Prestasi Indonesia.

Saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senin (21/8/2017) sore, perwakilan UMM Imam Fatoni menuturkan, kepergian mereka ke kontes internasional karena sebelumnya berhasil memenangi kontes robot Indonesia. Karena itu, mereka dikirim untuk mewakili Indonesia di ajang internasional.

Imam bersama dua rekannya, Ikhal Aldhi Wijaya dan Salis Muchtar Fadhilah berhasil memenangi juara satu dan dua untuk kategori robot berkaki. Juara pertama diraih oleh robot bernama InaMuh dan juara kedua diperoleh oleh UnmuhMalang. Menurutnya, purwarupa robot yang dilombakan ini sudah ada sejak lama.

"Jadi, untuk rangka mekaniknya robot ini sudah dikembangkan sejak 2010. Perbedaannya ada pada sensor yang diletakkan karena menyesuaikan kebutuhan dan syarat dari panitia lomba," ujarnya menjelaskan.

Adapun misi yang perlu diselesaikan oleh tim dari UMM ini adalah menemukan dan memadamkan titik api. Jadi, dalam kompetisi yang berlangsung pada bulan April tersebut, robot buatan peserta harus adu cepat menemukan dan memadamkan api.

Sementara, peserta dari PENS berhasil memenangi juara 1, 2, dan 3 untuk kategori robot beroda. Selain berhasil memboyong juara dalam kompetisi ini, robot besutan PENS juga mampu meraih juara umum di kejuaraan tersebut.

"Dari Indonesia kami memang berencana membabat habis di divisi ini, jadi kami membawa tiga robot sekaligus. Alhamdullilah, targetnya dapat tercapai," ujar Kisron peserta kontes robot dari PNES.

Proses pengembangan robot bernama Effiro ini, menurut Kisron, membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Seluruh proses pengembangan dilakukan dari nol karena untuk kali pertama dalam kompetisi ini dihadirkan tipe search and rescue (SAR).

Sebagai informasi, kedua tim masuk dalam 72 ikon terpilih dari Festival Prestasi Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) pada 21 dan 22 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center.

(Mar/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

(Dam/Isk)