Sukses

Samsung Bakal Usung Infinity Display ke Seri Galaxy A?

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu teknologi baru yang dihadirkan Samsung di Galaxy S8 adalah Infinity Display. Teknologi anyar ini memungkinkan perangkat memiliki layar lebih besar tapi memiliki ukuran keseluruhan bodi yang lebih ramping karena memaksimalkan tepi batas bezel perangkat.

Mengingat teknologi ini baru hadir di Galaxy S8, tak sedikit pihak memprediksi Samsung hanya akan membenamkan di perangkat kelas premium. Namun rumor terbaru menyebut Samsung memiliki rencana berbeda untuk teknologi layar ini.

Dikutip dari Tech Radar, Sabtu (2/9/2017), perusahaan asal Korea Selatan itu dikabarkan memiliki rencana untuk membenamkan teknologi di lini Galaxy A. Dengan kata lain, perangkat kelas menengah kemungkinan besar akan mempunyai perangkat dengan bezel tipis.

Namun belum dapat dipastikan kapan Samsung akan menyematkan teknologi Infinity Display di perangkat kelas menengahnya. Menerka kemungkinan yang dapat terjadi, fitur ini mungkin bakal dibenamkan di seri Galaxy A untuk tahun depan.

Akan tetapi, mengingat informasi ini masih sebatas rumor, ada kemungkinan perubahan rencana. Salah satu faktornya adalah harga dari seri Galaxy A yang mungkin akan lebih mahal ketimbang versi sebelumnya. 

Sekadar informasi, teknologi layar dengan bezel tipis ini meluncur pertama kali di Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus. Mengingat teknologi ini merupakan inovasi baru, rasio penggunaan layar pun sedikit berbeda dari kebanyakan, yakni 18,5:9.

Samsung menyebut penggunaan rasio ini memberikan pengalaman lebih nyaman saat menonton video. Kendati demikian, memang tak seluruh konten sudah mendukung format tersebut. 

1 dari 2 halaman

Rahasia Infinity Display Samsung

Samsung mengklaim Infinity Display diklaim menjadi standar baru dari layar yang menawarkan pengalaman mendalam. Sebab, dengan layar besar, smartphone tetap nyaman digunakan dengan satu tangan.

Meski belum seluruh konten dapat menyesuiakan format ini, saat peluncuran Galaxy S8, Product Planning Group Samsung Electronics, Seung-min Choi mengklaim bahwa beberapa konten video yang ada di YouTube bisa disesuaikan.

"Beberapa konten video di situs berbagi video YouTube dan streaming video seperti Netflix bisa disesuaikan, sehingga tampilannya menjadi penuh (full screen) layaknya menonton televisi," ujarnya. 

Tak hanya itu, layar Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus telah mengusung teknologi Mobile HDR Premium. Teknologi ini mampu menampilkan gambar dengan hitam lebih pekat, putih yang lebih terang, dan warna lebih cerah dari layar smartphone kebanyakan.

Tren penggunaan desain layar bezelless di smartphone memang tengah marak dilakukan sejumlah vendor. Selain Samsung, perusahaan lain yang juga memiliki produk serupa adalah LG, Xiaomi, Sharp, dan Essentials, perusahaan buatan Bapak Android, Andy Rubin. 

(Dam/Ysl)

Tonton Video Menarik Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Resmi, Galaxy Note 8 Dibanderol Rp 13 Juta di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Hambat iPhone 8, Samsung Luncurkan Galaxy S9 pada Januari 2018?