Sukses

Ingin Bikin Aplikasi Pesan Instan? Ini Biaya yang Harus Dirogoh

Liputan6.com, Jakarta - Meski fungsinya sederhana, yakni menghubungkan semua orang secara real time, menciptakan sebuah layanan pesan instan ternyata tidaklah mudah.

Hal itu terbukti dari apa yang disampaikan CTO startup lokal Qiscus, Evan Purnama, terkait jumlah investasi yang harus dicukurkan demi menciptakan layanan pesan instan.

Pria yang akrab disapa Evan ini berkata, ekspektasi pasar--khususnya Indonesia--terhadap aplikasi pesan instan sangat tinggi karena sudah begitu familiar dengan aplikasi serupa yang sudah malang melintang di ekosistem iOS dan Android.

"Perhitungan kasarnya, investasi yang harus dikeluarkan sebuah startup untuk mengembangkan layanan pesan instan dalam bentuk aplikasi itu diperkirakan US$ 35 ribu-US$ 390 ribu," ujar Evan kepada Tekno Liputan6.com dalam pertemuan terbatas di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8/2017) sore.

Selain investasi, Sumber Daya Manusia (SDM) pun jadi pertimbangan yang harus diperhatikan. Pasalnya, merekrut SDM bukan perkara mudah, apalagi untuk mengembangkan layanan pesan instan.

"Skemanya seperti ini. Kita harus tahu berapa orang (developer) yang bisa mengembangkan sebuah platform (pesan instan). Misal, untuk iOS ada dua orang, Android dua orang, dan web dua orang. Harus begitu, karena memilih SDM untuk hal-hal tersebut susah-susah gampang," lanjut Evan.

Maka itu, Evan berujar, daripada menghabiskan waktu merekrut SDM untuk menjadi developer, ia mengarahkan ke perusahaan supaya memfokuskan developer mengembangkan fitur yang ingin ditambahkan dalam In-App Chat.

Sekadar informasi, Qiscus sendiri adalah startup penyedia solusi layanan pesan instan video dan suara berbasis kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) dalam paket SDK (Software Development Kit).

Layanan tersebut diklaim hadir dalam kemampuan In-App Real Time Communications (RTC) untuk bisa meningkatkan interaksi dan efisiensi.

Qiscus kini baru menawarkan tiga layanan yang spesifik: customer engagement, manajemen alur kerja dan komunikasi tim, serta konsultasi jarak jauh.

Terkait perusahaan klien yang sudah bermitra dengan Qiscus adalah beberapa perusahaan teknologi yang bergerak online. Di antaranya Ruangguru, Doku, HaloDoc, dan Telkom Indonesia. Sektor ini dinilai berpotensi besar karena akan terus tumbuh pesar di Indonesia maupun Asia Tenggara.

(Jek/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Banyak Nabung Enggak Bikin Kaya, Begini Seharusnya
Artikel Selanjutnya
6 Aplikasi di Gawai Bikin Karier Makin Cemerlang