Sukses

Kesan Pertama Menjajal Pro Evolution Soccer 2018

Liputan6.com, Jakarta - Ada kabar baik bagi kamu penggemar gim sepak bola yang sudah tak sabar merasakan seri terbaru dari Pro Evolution Soccer. Sebab, Konami baru saja merilis demo gratis dari PES 2018 tepat tiga minggu sebelum gim ini resmi meluncur.

Dikutip dari Polygon, Sabtu (2/9/2017), demo ini menyertakan 12 tim yang dapat dimainkan. Tim itu termasuk Barcelona, Borussia Dortmund, Inter Milan, dan Liverpool. Selain itu, ada pula tim Boca Juniors, Colo-Colo, Corinthians, Flamengo, dan River Plate.

Konami juga menyertakan tiga tim nasional yang dapat dimainkan, yaitu Argentina, Brazil, dan Jerman. Adapun stadion yang dapat digunakan adalah markas Barcelona Camp Nou dan markas Borussia Dortmund Signal Iduna Park.

Tak hanya tersedia untuk PlayStation 4 dan Xbox One, demo ini juga dapat dicoba di PlayStation 3 dan Xbox 360. Namun demo ini tak menyambangi PC. Karena itu, pengguna PC harus menunggu gim ini rilis resmi pada 12 September 2017.

Sekadar informasi, Konami menjanjikan sejumlah peningkatan dari sisi gameplay pada gim ini. Peningkatan dilakukan di sejumlah hal seperti dribbling, ball control, dan sistem game speed sehingga menyajikan kontrol yang lebih realistik.

Berdasarkan pengalaman Tekno Liputan6.com saat mencoba demo ini, gameplay yang ditawarkan memang masih khas PES. Namun sejumlah perbedaan memang cukup terasa, terutama dari gerakan para pemain dan gerakan bola yang lebih alami.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

AI lawan kini akan lebih pintar ketimbang dari seri sebelumnya. Liputan6.com/ Yuslianson

Hal ini terkait dengan cara kontrol bola pendek yang terkadang dapat diantisipasi oleh AI komputer ataupun lawan dengan lebih baik--layaknya di dunia nyata.

Dengan begini, kamu harus melakukan gocekan atau menggiring bola lebih piawai untuk melewati hadangan lawan. Perubahan 'kecil' ini berjalan bersamaan dengan peningkatan physic bola dan interaksinya dengan pemain.

Cara bola memantul dari tubuh pemain kini terasa lebih realistis ketimbang seri sebelumnya, dan lebih mudah diprediksi. Ambil contoh bola memantul dari tangan kiper, ia akan memantul jauh ke sudut dengan cara yang terasa seperti di dunia nyata.

Saat pemain tidak membawa bola dan di bawah kendali, ia jauh lebih cerdas ketimbang sebelumnya. Mereka akan secara 'insting' menempatkan diri di posisi yang tepat dan secara akurat memprediksi kemana umpan bola akan datang sekaligus menghindari lawan secara efektif.

Tampilan grafis di PES 2018 tampak lebih detail ketimbang seri-seri sebelumnya. Liputan6.com/ Yuslianson

Meski masih menggunakan engine grafis yang sama seperti PES 2015 hingga PES 2017, Konami meningkatkan kemampuan FOX Engine di gim ini agar mampu memberikan tampilan grafis pemain yang lebih nyata seperti aslinya.

Sejauh ini, PES 2018 menjanjikan pengalaman bermain yang lebih baik. Namun untuk menilai secara keseluruhan, masih perlu menunggu hingga gim ini benar-benar rilis. 

PES 2018 juga hadir dengan modus online co-op. Konami turut mengintegrasikan PES League ke seluruh modus online. Hal ini dilakukan termasuk ke beberapa modus co-op baru dengan permainan 2v2 dan 3v3.

Bagi kamu yang tertarik untuk merasakan pengalaman melatih tim, gim ini juga menyediakan modus Master League. Untuk versi terbaru ini, Konami juga memboyong Usain Bolt dan David Beckham untuk berpartisipasi dalam gim ini.

(Dam/Ysl)

Artikel Selanjutnya
Asus Perkenalkan Seri ROG Strix Baru untuk 2 Genre Gim Berbeda
Artikel Selanjutnya
Ribuan Pebasket Cilik Bersaing Jadi Jr NBA Indonesia All-Stars