Sukses

Aplikasi YesJob Mudahkan Pertemuan Pencari Kerja dan Rekruter

Liputan6.com, Jakarta - Pencari kerja, pernahkah kamu kesulitan mencari tempat kerja yang cocok dengan kualifikasi kamu? Sementara, bagi pemberi kerja atau rekruter pernahkah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memilah-milah ribuan CV yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan?

Kalau iya, kamu bisa mencoba sebuah aplikasi dan website bernama YesJob. Platform ini mempertemukan pencari kerja dengan rekruter dari berbagai jenis perusahaan. Tidak hanya pekerjaan kantoran tetapi juga posisi sopir, asisten rumah tangga, dan bahkan petugas keamanan.

Founder sekaligus CEO YesJob James Umpleby mengatakan, YesJob yang berdiri sekitar setahun lalu memiliki dua platform. Pertama adalah website khusus untuk mengunggah lowongan pekerjaan. Sementara, pencari kerja bisa menemukan pekerjaan yang sesuai menggunakan aplikasi YesJob.

"Tujuan YesJob adalah menghubungkan pencari kerja dengan rekruter dalam waktu lebih singkat dan terjangkau," kata Umpleby saat ditemui Tekno Liputan6.com, Jumat (8/9/2017) sore.

Pria yang telah berpengalaman di bidang headhunter ini mengatakan, sejauh ini kompetitor YesJob hanya memasang lowongan pekerjaan dan pencari kerja harus aktif menelusuri lowongan kerja yang dianggap sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki.

"Metode ini tidak efektif, terutama untuk rekruter, sebab mereka menginginkan akses instan ke tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sedangkan pencari kerja ingin kemudahan dalam mengakses informasi tentang lowongan kerja," ujar Umpleby.

Untuk itulah Umpleby dan Irwansyah Utama sebagai Chief Marketing Officer sekaligus co-Founder beserta Harry Sasongko--mantan CEO Indosat--sebagai Senior Advisor YesJob membesut platform YesJob.

Dibandingkan platform penyedia informasi lowongan kerja lain, YesJob menggunakan teknologi berbasis algoritma DRIve (Digital Recruitment Disruptive Technology) yang mencocokkan kebutuhan kedua belah pihak secara otomatis. 

"Algortma ini bekerja layaknya headhunter berpengalaman. Dengan algoritma ini pula, proses rekrutmen bisa lebih cepat, tepat, dan otomatis. Dengan demikian, proses rekrutmen bisa langsung berjalan ke tahap interview," ujarnya.

Pria yang pernah tinggal di berbagai negara ini menyebut, aplikasi YesJob bisa diunduh gratis di Android maupun iOS. Sementara rekruter bisa mengunggah informasi lowongan pekerjaan melalui website.

"Bagi rekruter layanan ini masih gratis hingga mereka memutuskan untuk melihat lebih rinci profil pencari kerja yang dirasa cocok dengan kebutuhan," lanjut Umpleby.

1 dari 2 halaman

Mencari Kerja Semudah Bermain Tinder

Mencari kerja ternyata bisa jadi hal yang menyenangkan layaknya bermain Tinder. Caranya cukup mudah, yakni dengan mengunduh aplikasi YesJob.

Selanjutnya pengguna akan diminta untuk memasukkan data-data pribadi seperti nama, kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, besarnya gaji saat ini, dan jenis pekerjaan yang diinginkan.

Pencari kerja juga bisa menghubungkan akun YesJob dengan profil Facebook, sehingga bisa mempermudah proses pengisian data. Umpleby mengatakan, pencari hanya butuh waktu sekitar dua menit untuk mengisi data personalnya ke aplikasi.

"Jangan khawatir, seluruh data yang dicantumkan oleh pencari kerja ke YesJob bersifat pribadi dan tidak akan tersebar. Bahkan, rekruter pun diharuskan untuk membayar untuk mendapatkan data pribadi pencari kerja yang dirasa cocok dengan kebutuhannya," kata Umpleby.

Begitu proses mengisi data selesai, pencari kerja langsung dihubungkan ke lowongan pekerjaan. Seperti saat main Tinder, mereka hanya perlu menggeser layar ke kanan jika merasa lowongan itu cocok dan geser layar ke kiri jika lowongan tersebut tak sesuai dengan keinginan.

Ia mengatakan, saat pencari kerja berminat dan menggeser layar ke kanan di YesJob, data pribadi mereka akan langsung tampil di dashboard pemberi kerja. Ditekankan Umpleby, agar rekruter bisa mengakses nama lengkap, kontak, foto, dan data pribadi, mereka harus membayar biaya  Rp 20 ribu.

Kini, YesJob sudah memiliki 40 ribu pengguna tidak hanya di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tetapi juga di berbagai kota seperti Medan dan lainnya.

Selain monetisasi dari rekruter, ke depan startup ini akan mencari pendanaan dari investor untuk menjadikan platform ini kian berkembang dan membantu lebih banyak rekruter dan pencari kerja.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Artikel Selanjutnya
UI Bantu Para Pencari Kerja Lewat Career Expo 2017
Artikel Selanjutnya
GnB Accelerator Batch Ketiga Siap Gembleng 6 Startup Pilihan