Sukses

Manusia Mulai Uji Coba Kontak Alien pada 2018

Liputan6.com, California - Apakah kamu percaya akan keberadaan alien? Jika ya, ada kabar gembira. Ahli astronom dari lembaga 'pemburu' alien Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), kabarnya akan menciptakan teknologi untuk berkomunikasi dengan makhluk ekstraterestrial dalam waktu dekat. Teknologi itu akan diuji coba mulai 2018.

Menurut yang dilansir CNET, Minggu (17/9/2017), belum banyak informasi yang bisa diungkap tentang teknologi ini, terkait bahasa apa yang akan dipakai, ke (planet) mana pesan tersebut akan dikirim, dan topik apa yang akan dibahas.

Yang pasti, teknologi tersebut dinamai sebagai Messaging Extraterrestrial Intelligences atau METI.

Jadi, bentuk METI adalah semacam 'aplikasi' pesan instan antara umat manusia dan alien. Pengembangan teknologi ini dipimpin oleh Douglas Vakoch sebagai Presiden dari METI International.

Sekarang, Vakoch bersama tim METI masih fokus mengembangkan software linguistik yang akan digunakan untuk berkomunikasi. Software tersebut akan memanfaatkan gelombang suara dan menerjemahkannya dalam transkrip bahasa yang bisa dimengerti manusia.

Sayangnya, teknologi ini dianggap sangat berbahaya. Para astronom SETI pun menepis penemuan tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh fisikawan terkemuka Stephen Hawking.

Ia menilai, hal semacam menguji kontak dengan alien di luar angkasa sangat berisiko. Walau demikian, Vakoch menggubris kritik dari para rekannya.

Prediksi komunikasi manusia dengan alien sendiri, sebetulnya sudah dilontarkan oleh Direktur SETI Seth Shostak. Menurutnya, teknolog semacam ini justru baru akan rampung dalam dua dekade mendatang.

Sementara, ahli astronomi dari Cornell University Yervant Terzian, memprediksi kontak pertama dengan alien justru baru akan terjadi sekitar 1.500 mendatang.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Saksikan Inspirato Bersama 3 Tokoh Inspiratif Indonesia

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Pertarungan Robot Jepang dan AS Berlangsung Bulan Ini
Artikel Selanjutnya
Korut Geser Rudal ke Pantai Barat, Bersiap Lakukan Uji Coba?