Sukses

Ini 3 Aksi Hacker yang Hebohkan Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Setiap hari, ada saja hacker yang melakukan peretasan terhadap berbagai perusahaan di dunia.

Meski jarang terungkap di media atau hanya sebatas serangan kecil, tak ayal pada tahun 2017 ini terjadi beberapa aksi peretasan yang membuat banyak negara dan perusahaan kalang kabut.

Dari serangan ransomware yang "menyandera" lebih dari 230 ribu komputer di beberapa negara di dunia hingga aksi pencurian data dari salah satu stasiun TV kabel terbesar di dunia.

Berikut Tekno Liputan6.com merangkum aksi peretasan terbesar dan paling meresahkan sejauh ini sepanjang 2017.

1. WannaCry

Dari aksi peretasan yang masuk di dalam daftar ini, serangan ransomware WannaCry mungkin salah satu aksi yang terbesar dan pernah terjadi di dunia hingga saat ini.

Bagaimana tidak, ransomware ini mampu memengaruhi lebih dari 230 ribu komputer di 150 negara. Tak hanya itu, serangan yang dimaksud bahkan dikirimkan pelaku dalam 28 bahasa berbeda.

Ilustrasi Ransomware WannaCrypt atau yang disebut juga Wannacry (iStockphoto)

Terhitung, berbagai bentuk model bisnis di dunia pun terpengaruh dan merugi karena serangan ini. Bahkan, beberapa rumah sakit di Jakarta pun sempat menjadi korban serangan ransomware WannaCry.

 

1 dari 2 halaman

Petya dan HBO

2. Petya

Ilustrasi Petya. Dok: mybroadband.co.za

Hadir sebagai varian baru dari ransomware WannaCry, serangan ransomware Petya sempat membuat 65 negara di dunia kalang kabut.

Setelah berhasil diatasi, Microsoft mendapati ransomware ini berasal dari sebuah sofware akuntansi pajak milik perusahaan di Ukraina.

Untungnya, penyebaran ransomware Petya dapat diatasi lebih cepat dan tidak menimbulkan masalah luar biasa seperti serangan ransomware WannaCry beberapa bulan sebelumnya.

3. HBO

Game of Thrones Season 7. (HBO)

Siapa sih yang tidak kenal dengan stasiun TV kabel Amerika Serikat, HBO? Di tengah kesuksesan berbagai serial TV, seperti Game of Thrones dkk, seorang atau sekelompok hacker mampu meretas server perusahaan dan mengambil data sebesar 1,5TB.

Pelaku pun bahkan mengancam untuk membocorkan data dan informasi yang dicuri ke internet bilamana studio tidak membayar uang sebesar US$ 7,5 juta.

Karena tuntutannya tak dituruti, pelaku pun membocorkan musim ketujuh serial Game of Thrones, The Ballers, dan Room 104 ke internet. Tak hanya itu, mereka juga membocorkan beberapa informasi karyawan, seperti data perbankan hingga data kesehatan.

(Ysl/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
5 Jasa Hacker Anonymous Lawan Kejahatan Transnasional
Artikel Selanjutnya
Top 3: Gunung Kemukus dan Ritual Seks yang Semakin Disorot Dunia