Sukses

Perusahaan Teknologi Jadi Target Penyebaran Malware di CCleaner

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, peneliti keamanan di Cisco Talos menemukan ada malware yang menyusup ke server Avast, perusahaan yang memiliki CCleaner. Aksi itu menjadikan CCleaner 5.33 versi asli yang sudah disebar Avast terinfeksi malware.

Meski sebenarnya serangan semacam itu acak, temuan terbaru ternyata mengindikasikan serangan malware itu hanya menyasar perusahaan teknologi kenamaan. Informasi ini diperoleh dari analisis pusat pengendalian perusahaan tersebut.

Dikutip dari The Verge, Sabtu (23/9/2017), Cisco Talos dan Avast menemukan serangan terjadi pada domain internal di sejumlah perusahaan teknologi. Serangan ini didesain untuk mengumpulkan data dan memberi akses pada perangkat yang menjadi korban.

Adapun beberapa domain teknologi kenamaan yang menjadi sasaran adalah Ntdev.corp.microsoft.com, internal domain dari pengembang Windows. Sementara ada pula serangan ke internal Gmail untuk karyawan Google, yakni hq.gmail.com.

Perusahaan teknologi lain yang juga menjadi target serangan adalah Sony, Samsung, Intel, dan Akamai. Domain lain yang juga masuk dalam daftar serangan adalah perusahaan telekomunikasi asal Inggris dan Singapura.

Temuan ini sekaligus mendukung dugaan serangan ini dilakukan secara spesifik ke perusahaan tertentu, alih-alih menyerang jutaan komputer dalam sekali waktu. Kendati demikian, peneliti memprediksi kini hanya ada 700 ribu komputer yang menjadi korban serangan ini.

Sayangnya, belum dapat diketahui motif dari serangan tersebut. Namun, berdasarkan penelusuran, ada kemungkinan penyerang menginginkan akses ke kekayaan intelektual masing-masing perusahaan. 

Sekadar infomasi, malware ini pada awalnya diprediksi telah menyerang sekitar 2,27 juta pengguna CCleaner. Akan tetapi, Avast memastikan serangan ini sudah mampu diatasi.

"Kami percaya pengguna CCleaner saat ini sudah aman, karena pihaknya sudah berhasil mengatasi serangan tersebut sebelum akhirnya lebih membahayakan," ucap juru bicara Avast.

Di sisi lain, serangan ini juga terbilang tak biasa, mengingat software seperti CCleaner biasanya digunakan untuk menghapus "crapware" di sistem komputer. Lewat serangan ini, hacker ternyata memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap sebuah software.

(Dam/Ysl)

Simak Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Bukan Facebook dan Apple, Ini 5 Perusahaan Teknologi Tercerdas
Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia