Sukses

5 Aplikasi yang Diblokir di Tiongkok

Liputan6.com, Jakarta - Bukan Tiongkok namanya jika masih menutup diri dengan aplikasi besutan perusahaan teknologi asing.

Ya, Negeri Tirai Bambu ini memang dikenal "galak" dengan aplikasi yang digarap perusahaan teknologi di luar negaranya sendiri. Sampai-sampai, mereka pun menciptakan aplikasi besutan perusahaan dalam negeri.

Tiongkok menutup semua akses aplikasi-aplikasi yang populer di dunia ini demi melindungi negaranya. Selain itu, juga sebagai langkah antisipasi untuk melawan terorisme dan radikalisme.

Bahkan, kebijakan pemblokiran aplikasi ini pun diakui langsung oleh pemerintah Tiongkok. Aplikasi jenis layanan pesan instan dan media sosial ini dianggap sudah "menganggu" ranah digital Tiongkok sejak 2014 lalu.

Barulah setelahnya, pemerintah Tiongkok kian mengetatkan kontrol atas akses internet di negaranya dengan memblokir lebih banyak layanan, termasuk berbagai layanan milik Google.

Tak cuma itu, Tiongkok diketahui juga telah menolak penggunaan Windows 10 dan penggunaan perangkat garapan Apple di lingkungan pemerintahan.

Nah, dari banyaknya aplikasi dan layanan digital besutan perusahaan teknologi asing, ada lima produk besutan terpopuler yang tidak bisa diakses di Tiongkok. Apa saja? Berikut Tekno Liputan6.com rangkum daftarnya.

Facebook

Tiongkok telah memblokir Facebook sejak 2009. Akibatnya, pengguna internet di Tiongkok tak bisa mengakses Facebook dalam jalur resmi. Sebagai ganti, pengguna internet di sana memakai media sosial (medsos) Weibo.

WhatsApp

Satu lagi produk Facebook "dimatikan" oleh Tiongkok, yakni WhatsApp. Sebagai informasi, beberapa bulan lalu sejumlah fitur seperti berkirim video atau foto melalui WhatsApp memang sudah tak dapat dilakukan oleh pengguna di Tiongkok. Kini, giliran pesan teks melalui WhatsApp yang diblokir otoritas Tiongkok.

Pemblokiran ini tentu berpengaruh pada keberadaan aplikasi lokal serupa, yakni WeChat. Secara tak langsung, aplikasi tersebut kini mendapat keuntungan dari keputusan tersebut.

1 dari 2 halaman

Instagram, Twitter, dan Google

Instagram

Duduk perkara pemblokiran Instagram di Tiongkok bermula saat isu kekisruhan yang sedang berlangsung di Hong Kong, terkait demonstrasi pro-demokrasi.

Kala itu, banyak demonstran di Hong Kong mengunggah foto dan video yang menampilkan aksi polisi kala tengah berusaha menghalau terjangan massa. Termasuk di antaranya foto dan video polisi Hong Kong yang menembakkan gas air mata pada demonstran.

Beberapa foto yang diunggah menggunakan hashtag (tagar) #OccupyCentral atau #OccupyHK. Kedua tagar itu dinilai provokatif dan akhirnya pemblokiran Instagram pun dilakukan oleh pemerintah Tiongkok.

Twitter

Alasan mengapa Twitter diblokir di Tiongkok juga sama dengan Instagram, yakni menjadi medsos yang digunakan untuk unjuk rasa pro-demokrasi yang terjadi di Hong Kong.

Adapun sebagian besar aktivitas media sosial terkait unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong ditandai dengan tagar #occupycentral, yang sempat menjadi trending topic di 2014. Sebagai ganti, pengguna harus memanfaatkan medsos microblogging besutan Tiongkok, yakni Weibo.

Google

Google pun mengalami kejadian pahit yang sama dengan Facebook. Semua produk besutannya diblokir tanpa kenal ampun oleh Tiongkok. Mulai dari mesin pencarian Google, Gmail, YouTube, dan Google Play.

Walau demikian, Android memang berkembang cukup pesat di Tiongkok. Namun sebenarnya, banyak pabrikan asal Tiongkok tidak mengikutsertakan layanan Play Store di perangkat mereka dan memilih mengembangkan toko aplikasi sendiri.

Bahkan, Tiongkok pun menciptakan mesin pencari sendiri, Baidu, yang menjadi pilihan utama pengguna internet di Negeri Tirai Bambu tersebut.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Ini 5 Aplikasi iPhone Terbaik
Artikel Selanjutnya
Deretan Aplikasi Kontroversial di Smartphone