Sukses

Sensor Sidik Jari Masih Jadi Primadona di Pasar Smartphone

Liputan6.com, Jakarta - Menurut laporan perusahaan riset, Counterpoint Research, sebagian besar smartphone yang dirilis pada 2018 akan meluncur dengan sensor sidik jari. Salah satu alasannya adalah harga sensor yang jauh lebih murah selama beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan riset mendalam mengenai pasar ponsel 2018, Counterpoint Research memperkirakan 71 persen smartphone yang dirilis tahun depan akan memiliki sensor sidik jari. Hal ini menunjukkan masih besarnya ketertarikan vendor smartphone pada fitur tersebut.

Sensor sidik jari pada awalnya hanya dimiliki oleh smartphone high-end. Namun seiring waktu, harganya pun menjadi lebih murah. Oleh karena itu, tak mengherankan jika saat ini banyak smartphone seharga Rp 1 jutaan sudah memiliki sensor sidik jari.

Jumlah penggunaan sensor sidik jari memang mengalami peningkatan, tapi manufaktur perangkat flagship sudah mulai mencari fitur alternatif seperti pengenalan wajah dan iris mata. Demikian seperti dikutip dari Softpedia, Selasa (10/10/2017).

Salah satu perusahaan yang tidak lagi bergantung pada sensor sidik jari adalah Apple. Setidaknya satu smartphone terbaru Apple, iPhone X, tidak menggunakan fitur tersebut dan menggantinya dengan pengenalan wajah.

Selain Apple, Samsung juga telah melakukan hal serupa. Melihat sepak terjang keduanya, tidak menutup kemungkinan para manufaktur lain akan mengikuti langkah mereka.

Sejauh ini, mayoritas smartphone berbasis Android masih menggunakan sensor sidik jari. Melihat kemungkinan perubahan tren pada fitur baru, maka hanya tinggal menunggu waktu sampai para manufaktur beralih menggunakan teknologi keamanan lain seperti pengenalan wajah dan iris mata. 

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Qualcomm Bakal Tiru Fitur Canggih iPhone 8
Artikel Selanjutnya
5 Fitur Populer Smartphone yang Terlupakan