Sukses

Lockheed Martin Ciptakan Stasiun Khusus untuk Planet Mars

Liputan6.com, California - Perusahaan aeronautika Lockheed Martin dilaporkan sedang menciptakan wahana khusus untuk meneliti Planet Mars.

Wahana bernama "Mars Base Camp" tersebut berupa pesawat raksasa ala Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS, International Space Station) yang nantinya akan terbang mengitari si Planet Merah.

Menurut informasi yang dimuat di laman Mirror, Senin (9/10/2017), peran Mars Base Camp disini bisa dibilang sebagai 'pos' khusus untuk para astronot yang hendak transit dari Bumi ke Mars.

Karena penerbangan ke Mars memakan waktu cukup lama, maka Mars Base Camp bisa menjadi tempat beristirahat. Tak cuma itu, stasiun ini juga akan menjadi fasilitas penelitian khusus untuk Mars.

Nanti, akan ada enam astronot yang menghuni Mars Base Camp. Mereka akan melakukan beberapa eksperimen terhadap Planet Mars seperti mengeksplorasi atmosfer planet, menganalisa sampel bebatuan dan tanah Mars, serta bertugas untuk mencari tempat ideal agar dapat dihuni manusia di masa depan.

Rencananya, Lockheed Martin akan meluncurkan Mars Base Camp dengan roket khusus yang didukung oleh NASA. Setelah melewati batas gravitasi Bumi, stasiun tersebut akan dilepas ke orbit Bulan sebelum melanjutkan perjalanan ke Mars.

Sama seperti ISS, Mars Base Camp akan memiliki beberapa ruang, seperti kapsul khusus para astronot untuk tidur, ruang makan, dapur, ruang latihan dan ruang kontrol kemudi. Stasiun juga akan ditenagai oleh panel surya dengan baling-baling khusus, dan tanki untuk menyimpan bensin.

Walau nanti stasiun cuma akan berada di orbit Mars, bukan tidak mungkin Lockheed Martin bisa mendaratkannya di permukaan Mars.

Karena itu, perusahaan kini tengah mengembangkan material khusus yang dapat membuat Mars Base Camp bertahan di suhu planet yang ekstrem. Mereka diketahui menggunakan material hidrogen cair untuk mesin agar bisa mendarat di Mars.

Konsep Mars Base Camp sebetulnya diinisiasi oleh NASA. Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut lebih memilih fokus untuk misi Deep Space Gateway. Karena itu, Lockheed Martin menawarkan diri untuk melanjutkan proyek besar ini.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Astronot AS Ini Pulang Setelah Habiskan 665 Hari di Angkasa Luar
Artikel Selanjutnya
Robot Baru NASA Siap Selami Perut Mars pada 2018