Sukses

2.000 Unit ThinkPad Retro 25 Dijual di Asia Pasifik, Indonesia?

Liputan6.com, Yokohama - Bagi para pencinta laptop ThinkPad di Tanah Air nampaknya harus berupaya keras untuk bisa mendapatkan ThinkPad edisi ulang tahun ke-25 'Retro'. Pasalnya, produk besutan Lenovo itu hanya dijual terbatas sebanyak 2.000 unit di Singapura dan Hong Kong.

Demikian disampaikan Executive Director Corporate and Public Sector Business Central Asia Pasific Lenovo, Eddie Ang kepada wartawan di Hotel Intercontinental, Yokohama, Jepang, (6/10/2017).

"Officialy, produk tersebut baru tersedia di dua negara di Asia Pasifik, yakni Singapura dan Hong Kong untuk saat ini," ujar Ang.

Ang menambahkan, Lenovo sudah resmi merilis ThinkPad Retro 25 edisi terbatas tadi malam waktu Jepang (5/10). Perusahaan asal China itu siap melempar Retro 25 ke pasar Singapura dan Hong Kong untuk regional Asia Pasifik sebanyak 2.000 unit.

"Ini terbatas jumlahnya, dan untuk dua negara ini hanya 2.000 unit saja. Tersedia di jaringan ritel dalam beberapa pekan mendatang," dia menuturkan.

Sementara untuk pasar Asia Pasifik lain termasuk Indonesia, kecuali Singapura dan Hong Kong, Ang mengaku, akan berupaya memasarkan produk ThinkPad Retro 25. Namun tergantung pada permintaan pasar.

"Ini bukan karena persoalan regulasi, tapi lebih kepada permintaan pasar. Kami masih berusaha meminta alokasi (Retro 25) untuk negara lain," ujarnya.

Jumlah 2.000 unit hanya 10 persen dari jumlah yang disediakan Lenovo secara global. Perusahaan, diakui Ang akan melepas 20 ribu unit ThinkPad Retro 25 di berbagai negara.

"Terakhir bicaranya 20 ribu unit untuk global. Tapi bisa jadi berbeda," kata Ang.

Sementara untuk harga jual ThinkPad Retro 25 di Singapura dan Hong Kong sebesar US$ 1.899 atau sekitar Rp 25,45 juta (kurs Rp 13.400 per dolar AS).

"Harganya US$ 1.899 per unit. Jadi ini recommended untuk ritel," pungkas Ang.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Pencapaian Suzuki Sejak Dilahirkan
Artikel Selanjutnya
Dari Cikarang, Mitsubishi Xpander Menuju Mesir dan Bolivia