Sukses

Android Stock Ternyata Tak Sempurna, Ini 3 Kelemahannya

Liputan6.com, Jakarta - Sistem operasi Android Stock alias Android murni kerap menjadi pilihan untuk pengguna Android yang ingin tampilan smartphone-nya sederhana.

Maklum, sistem operasi Android Stock memang merupakan tampilan dasar dari Android yang tidak dipoles oleh vendor smartphone. Namun, di balik kelebihannya, Android Stock ternyata memiliki sejumlah kelemahan. Apa saja?

Berikut tiga kelemahan OS Android Stock sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari Android Authority, Selasa (10/10/2017).

1. Minim Kustomisasi

Memiliki smartphone Android berarti bisa mengustomisasi tampilan yang berbeda tiap pengguna. Pengguna Android bisa mengatur tampilan smartphone sesuai keinginan, terutama dengan hadirnya pilihan tema yang diberikan oleh vendor.

Namun, smartphone yang menjalankan Android Stock tidak bisa diubah temanya. Bahkan, Google juga tidak memberikan opsi untuk jenis ikon atau ukurannya, ataupun opsi untuk menampilkan jumlah aplikasi (per baris atau kolom) sesuai kehendak pengguna.

Xiaomi Mi A1, smartphone terbaru Xiaomi yang hadir dengan OS Android Stock (Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani)

1 dari 3 halaman

2. Persentase Baterai

Pengguna smartphone pasti tidak senang jika perangkat mereka mulai kehabisan daya.

Untuk itu, banyak pengguna yang senang menampilkan persentase baterai di layar Home agar bisa mengetahui berapa persen sisa baterai mereka. Dengan begitu, pengguna bisa menghemat baterai hanya untuk hal-hal penting.

Sayangnya, agak sulit menampilkan persentase baterai pada smartphone yang menjalankan Android Stock, sebab pengaturan ini tidak langsung tersedia di menu Settings.

Meski begitu, pengguna bisa tetap menampilkannya dengan langkah yang cukup rumit. Pertama, gulirkan notifikasi ke bawah, tekan gambar Gear (Settings) agak lama hingga muncul tulisan "Congrats, System UI has been adding".

Selanjutnya, kamu bisa memilih opsi "Sistem UI Tuner" kemudian pilih "Status Bar" dan masuk ke opsi "Battery." Pada menu tersebut kamu bisa memilih untuk menampilkan persentase baterai di Home.

Seorang pramuniaga menunjukkan ponsel Android Nokia 3 saat acara peluncuran di Jakarta, Kamis (14/9). Nokia 3 dibanderol dengan harga Rp 1,9 juta dan bakal tersedia pada awal Oktober mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

2 dari 3 halaman

3. Fitur Kurang Beragam

Tampak depan Moto Z2 Play. (Liputan6.com/Andina Librianty)

Seperti disebutkan sebelumnya, tampilan Android Stock memang sederhana dan ringkas.

Sayangnya, fitur yang dihadirkan terkadang kalah beragam ketimbang Android modifikasi vendor smartphone.

Sebagai contoh, fitur Split Screen dan Picture in Picture sebelumnya sudah bisa digunakan pada smartphone Samsung dan LG beberapa tahun lalu. Sementara, kedua fitur ini baru hadir di Android Oreo dan Nougat.

Meski begitu, bagi mereka yang menginginkan tampilan smartphone yang simple dan bersih Android Stock merupakan pilihan yang bisa dipertimbangkan. 

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Artikel Selanjutnya
Essential Phone Ternyata Paling Sulit Diperbaiki
Artikel Selanjutnya
Cara Mudah Bikin Suara Speaker iPhone Makin Jernih