Sukses

Penjualan Acer Chromebook Naik Signifikan di 2017

Liputan6.com, Jakarta - Meski minat konsumen masih kecil, Acer Chromebook diklaim mengalami pertumbuhan agresif. Pada tahun ini, pertumbuhan laptop Acer dengan sistem operasi Chrome besutan Google itu diungkap mencapai dua digit pada 2017.

Sayang, nominal pertumbuhan tidak diungkap langsung oleh Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang. Ia hanya mengatakan, Acer Chromebook memiliki pangsa pasar yang besar.

"Pertumbuhan sudah dua digit, terus meningkat. Yang pasti sudah besar pangsa pasarnya," kata Herbet kepada Tekno Liputan6.com di sekolah IPEKA, Senin (9/10/2017).

Menurut data Gartner pada Maret 2017, Acer masih menduduki peringkat teratas penjualan Chromebook dunia dengan pangsa 28 persen. Peningkatan penjualan Chromebook tahun ke tahun (year-on-year) juga mencapai 33 persen di seluruh dunia.

Ia mengaku Acer Chromebook saat ini fokus lebih banyak di segmen korporat, khususnya pendidikan. "Karena mereka sudah memiliki infrastruktur dan aplikasi yang oke dan Chromebook sesuai. Kalau di korporat, rata-rata semuanya sudah ada dan user engagement-nya lebih cepat. Tapi sekali lagi, ini korporat lebih luas dan segmen pendidikan jadi fokus utama."

"Chromebook adalah salah satu solusi terbaik kami, kami juga punya solusi-solusi lain. Produk kami justru saling melengkapi. Contoh, program Digital Classroom. Sekolah perlu solusi pembelajaran, kami ada Acer Chromebook. Sekolah perlu proyektor, kami juga punya, sekolah butuh perangkat gaming, kami ada banyak," tandas Herbet.

Acer sebenarnya sudah mulai memperkenalkan Chromebook ke pasar Indonesia sejak 2014 lalu. Untuk itu, saat ini pihaknya masih terus memperkenalkan perangkat ini pada lebih banyak pengguna, dan tak cuma hanya pada segmen korporat dan edukasi saja.

"Kita juga lepas Chromebook ke ritel untuk pelanggan umum, jadi kami memang ingin memperluas segmen. Intinya, Chromebook semata-mata bukan hanya untuk orang kantoran atau pelajar," pungkasnya.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Penjualan Mobil ASEAN Positif, Kontribusi Indonesia Tertinggi
Artikel Selanjutnya
Dijegal Honda, Ada Apa dengan Toyota?