Sukses

Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Bakal Tabrak Bumi, Apa Berbahaya?

Liputan6.com, Beijing - Stasiun luar angkasa milik Tiongkok bernama Tiangong, diprediksi menabrak permukaan Bumi. Menurut penerawangan astronom, Tiangong bisa saja akan terjun ke Bumi dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan informasi yang dilansir The Guardian, Kamis (19/10/2017), stasiun luar angkasa dengan bobot 8,5 ton tersebut memang sudah kehilangan kemampuan untuk memperbaiki tingkat ketinggian.

Sejak 2016, nasib Tiangong memang sudah dispekulasikan beberapa pihak. Pejabat pemerintah Tiongkok menjelaskan kepada Dewan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bahwa stasiun luar angkasa tersebut akan menabrak Bumi. Pertanyaanya, apakah ini akan membahayakan Bumi atau tidak?

Seperti dijelaskan astronom dan fisikawan Universitas Harvard Jonathan McDowell, jatuhnya Tiangong ke Bumi tidak akan membahayakan umat manusia sama sekali. Menurutnya, kemungkinan Tiangong akan jatuh dalam bentuk kepingan berbobot sekitar 100 kilogram.

"Sekarang, ia (Tiangong) ada di ketinggian kurang lebih 300 kilometer dan ada di atmosfer yang mampu memberikan tingkat kerusakan tinggi," ujar McDowell.

Ia juga menegaskan, kecil kemungkinan stasiun luar angkasa ini akan jatuh dan menabrak area padat penduduk dan pemukiman. Selain itu, kepingan stasiun luar angkasa juga diyakini akan terhambat oleh lapisan atmosfer Bumi.

McDowell memperkirakan, jatuhnya Tiangong akan terjadi pada periode mulai dari Oktober 2017 hingga April 2018. Sayang, ia dan timnya tidak dapat memastikan lokasi mana persisnya stasiun luar angkasa itu akan jatuh.

Sekadar informasi, Tiangon diluncurkan pada 2011 lalu. Ia menjadi simbol akan kemutakhiran inovasi teknologi Tiongkok. Pada 2012, stasiun tersebut dihuni oleh astronot wanita Tiongkok pertama, Liu Yang.

Walau ukurannya kecil ketimbang stasiun luar angkasa lain--apalagi ISS (International Space Station)--Tiangong dianggap berpengaruh bagi dunia aeronautika Tiongkok. Ia bahkan digadang-gadang membawa misi dan mimpi akan masyarakat Tiongkok untuk melihat luar angkasa di masa depan.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Asteroid Terbesar yang Pernah Terdeteksi Melintas Dekat Bumi
Artikel Selanjutnya
Astronot AS Ini Pulang Setelah Habiskan 665 Hari di Angkasa Luar