Sukses

Pengguna Waze Kini Bisa Pantau Rute Ganjil Genap

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menggendeng aplikasi navigasi berbasis komunitas, Waze, meluncurkan fitur navigasi yang dilengkapi dengan implementasi Ganjil Genap di sejumlah ruas jalan. 

"Kerja sama dengan Waze merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi tingkat kemacetan di wilayah ibu kota," kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (21/10/2017) di Jakarta.

Dari seluruh aplikasi Waze di dunia, Andri memaparkan, hanya di Jakarta dan Brazil yang saat ini sudah diberikan penambahan fitur pembatasan lalu lintas dengan aturan Ganjil Genap. Fitur ini didesain khusus untuk memudahkan pengguna Waze di ibu kota.

Andri menuturkan, kerja sama ini bermula dari tahun lalu saat perwakilan dari Dishub dan Jakarta Smart City mempresentasikan kebijakan pengaturan lalu lintas Ganjil Genap yang diterapkan di ruas Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

"Presentasi dilakukan dengan menggunakan olahan data Waze pada acara Waze-CCP Summit Meeting yang bertempat di Google Paris. Dari situ disepakati kerja sama ini," ungkapnya.

Seraya dengan Andri, sebelumnya Director of Growth Waze, Di-Ann Eisnor, mengatakan di antara berbagai kota di dunia, Jakarta termasuk dalam salah satu tempat paling awal yang bisa mencoba fitur baru Waze itu.

"Selain Jakarta, tim Waze juga mengujicobakan fitur rute ganjil-genap ini di Sao Paolo dan Rio de Janeiro, Brasil. Kini, sekitar 25 kota telah mengimplementasikan peraturan ganjil-genap dan selain di Indonesia, kami berharap fitur ini bisa dirilis di kota-kota tersebut," katanya.

 

1 dari 2 halaman

Cara Menggunakan Fitur Ini

Bagaimana cara menggunakan fitur tersebut? Untuk mengaktifkan fitur ini Andri menjelaskan, pengguna Waze dapat masuk ke menu Setting > Navigasi > Licence plate restriction > lalu masukkan dua digit (angka) terakhir nomor plat kendaraan pengguna.

Setelah itu, lanjut dia, secara otomatis Waze akan me-rerouting dan memberikan arahan rute lintasan dengan menyesuaikan implementasi Ganjil Genap.

Sementara Kepala Seksi Angkutan Orang dalam Trayek Dishub DKI Jakarta, Fajar Nugrahaeni menuturkan, berdasarkan kinerja dari map editor lokal yang didukung data Dishub dan Jakarta Smart City, Waze juga menghadirkan fitur untuk menghindari simpang yang mengalami konstruksi dan tidak bersinyal.

"Bahkan khusus di Jakarta juga sudah menambahkan lokasi parkir off street yang tersedia di dekat lokasi tujuan pengguna jalan. Contohnya seperti parkir off street di IRTI Monas dan Thamrin 10," pungkas Fajar.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Djarot: Ganjil Genap Lebih Efektif Dibanding 3 in 1
Artikel Selanjutnya
Dua Solusi Kemenhub Atasi Kemacetan, Apa Saja?