Sukses

Google Siapkan Penantang AirDrop untuk Android, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Google kembali menghadirkan aplikasi baru yang ditujukan untuk pengguna Android. Kali ini, raksasa internet ini memperkenalkan aplikasi bernama Files Go di Play Store.

Dikutip dari The Verge, Senin (13/11/2017), aplikasi yang tersedia di toko aplikasi ini masih berada dalam tahap beta. Karenanya, pengguna yang tertarik menjajal aplikasi ini dapat segera mengunduhnya dan memberikan umpan balik.

Lantas, apa sebenarnya aplikasi bernama Files Go ini? Pada dasarnya, aplikasi ini ditujukan untuk pengelolaan data yang dimiliki pengguna di perangkat.

Bagi pengguna smartphone Android, aplikasi ini semacam ini sebenarnya sudah tak asing lagi. Sebab, sejumlah vendor telah menanamkan aplikasi serupa di perangkatnya.

Akan tetapi, Files Go menjadi aplikasi dengan kemampuan manajemen data perangkat yang pertama dirilis Google. Sama seperti aplikasi serupa, Files Go dapat membantu pengguna mengatur penggunaan memori di perangkatnya.

Salah satu fitur menarik dari aplikasi ini adalah kemampuan mengirim dan menerima data dari perangkat Android tanpa koneksi internet. Fitur ini sama seperti aplikasi yang sudah lebih dulu dikenal, seperti AirDrop atau Shareit.

Meski sudah rilis secara beta, Google belum mengungkap jadwal rilis versi final dari aplikasi ini. Akan tetapi, tak tertutup kemungkinan aplikasi ini juga akan tersedia di wilayah tertentu, sama seperti YouTube Go.

1 dari 3 halaman

Bagian dari Android Go

Menurut kabar, aplikasi ini merupakan bagian dari program Android Go yang akan diluncurkan Google. Untuk informasi, Android Go merupakan inisiatif perusahaan untuk perangkat dengan spesifikasi minimal.

Jadi, perangkat Android Go akan menjalankan aplikasi yang memang didesain lebih ringan, seperti YouTube Go, Facebook Lite, atau Line Lite. Dan, Files Go merupakan salah satu aplikasi yang disiapkan pula untuk sistem anyar itu.

Nantinya, Android Go bahkan bisa berfungsi pada perangkat dengan memori di bawah 1GB. Bahkan, browser Chrome di Android Go memiliki fitur Data Saver agar konsumsi data tak boros. 

“Android Go adalah penerus Android One. Android Go bukan sistem operasi, tapi update (Android O) untuk membantu manufaktur membangun ekosistem bagi smartphone Android terjangkau,” kata Sameer Samat, VP Product Management Android.

Untuk mendukung perkembangan sistem operasi ini, Google akan bekerja sama dengan para vendor smartphone. Google menargetkan akan lebih banyak orang yang dapat merasakan pengalaman memakai Android O.

2 dari 3 halaman

Tarik pengembang garap Android Go

Tak hanya itu, Google juga mengajak para pengembang berpartisipasi dalam perkembangan Android Go dengan menyiapkan aplikasinya. 

Hal itu diungkapkan oleh James Sander, Director of Google Play APAC. Dia mengajak para pengembang, khususnya di Asia Tenggara, untuk menyiapkan aplikasinya agar kompatibel dengan sistem operasi ini.

Ia menuturkan, saat ini sudah ada pengguna 2 miliar pengguna Android aktif. Jumlah itu akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan pertumbuhan pengguna pertama yang memakai smartphone.

"Kesempatan ini sangat bagus, terlebih Android Go akan meluncur beberapa bulan ke depan. Karenanya, kami mengajak para developer menyesuaikan aplikasinya," ujarnya saat gelaran Google Playtime di Singapura beberapa waktu lalu.

Fitur Android Go yang bisa dimanfaatkan memungkinkan pengguna mendapatkan preview sebelum melakukan streaming video. Pengguna juga bisa mengunduh video saat terhubung via Wi-Fi dan bisa menontonnya secara offline.

(Dam/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Kode Tersembunyi di Android Oreo Ungkap Fitur Menarik, Apa Itu?
Artikel Selanjutnya
6 Pengaturan Pintar Ini Bikin Android Kamu Super Canggih