Sukses

NASA Bakal Kirim 'Kutu Air' ke Luar Tata Surya, Buat Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah kamu? Makhluk paling kuat di Bumi ternyata adalah seekor 'kutu air'. Ya, makhluk bernama Tardigrade ini diklaim akan menjadi kandidat terkuat untuk dikirim ke luar Tata Surya.

Tardigrade sendiri adalah makhluk mikroskopis yang memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat kuat. Karena itu, NASA ingin menguji kemampuan makhluk berjuluk beruang air atau babi lumut tersebut dengan mengirimnya ke luar angkasa.

Tak cuma Tardigrade, kandidat makhluk lain yang juga akan dikirim ke luar angkasa adalah cacing bernama Caenorhabditis elegans (C. elegans).

Saking kuatnya, cacing tersebut memiliki 959 sel dan bahkan telah diuji berhasil selamat dari kecelakaan luar angkasa paling dahsyat, yaitu kehancuran pesawat luar angkasa Columbia pada 2003 silam.

Lantas, NASA akan mengirim Tardigrade dan C. elegans ke dalam sebuah misi khusus bernama Starlight. Salah satu dari mereka, atau keduanya akan 'disimpan' ke dalam kendaraan kapsul yang berukuran kurang lebih sama dengan smartphone.

 

1 dari 2 halaman

Mencari Kehidupan Baru di Luar Tata Surya

Menurut informasi yang dilansir Newsweek, Rabu (15/11/2016), kapsul tersebut akan melesat dengan sinar laser sehingga bisa terbang dengan kecepatan super tinggi dan bisa keluar dari Tata Surya.

"Kalau pesawat ukurannya semakin kecil, besar kemungkinan kapsul bisa meraih 25 persen dari kecepatan cahaya," ujar Lubin, pimpinan proyek Starlight.

Jika dihitung-hitung, kapsul diprediksi akan mencapai bintang atau exoplanet (planet asing) terdekat di Tata Surya dalam waktu kurang lebih 20 tahun setelah diluncurkan.

Dan untuk perbandingan, pesawat luar angkasa yang sebelumnya mampu keluar dari sistem Tata Surya adalah Voyager 1. Jarak tempuhnya memakan waktu 40 tahun sejak diluncurkan pada 1977.

Adapun proyek Starlight atau DEEP-IN (Directed Energy Propulsion for Interstellar Exploration merupakan proyek NASA yang sudah dicanangkan sejak 2009.

Pendanaannya sendiri berasal dari UC Santa Barbara. Tujuan utamanya sendiri adalah mengirim pesawat luar angkasa keluar dari sistem Tata Surya untuk mencari kehidupan baru.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Saksikan Live Streaming Awarding Day Energi Muda Pertamina

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
665 Hari di Luar Angkasa, Astronot 57 Tahun Ini Kembali ke Bumi
Artikel Selanjutnya
Astronom: 3 dari 7 Planet Mirip Bumi Punya Kandungan Air