Sukses

Setelah 13 Tahun Akhirnya Mozilla Rombak Firefox Besar-besaran

Liputan6.com, Jakarta - Mozilla akhirnya resmi merilis versi terbaru dari Firefox untuk Android, iOS, Linux, Mac, dan Windows. Peramban yang dikenal sebagai Firefox Quantum ini menampilkan perubahan besar-besaran dari Mozilla dalam 13 tahun terakhir.

Firefox Quantum yang juga dipanggil sebagai Firefox 57 ini memiliki tampilan antarmuka yang dibuat lebih modern. Selain tampilan anyar, kecepatan juga menjadi nilai tambah yang diberikan dari versi terbaru Firefox ini.

Untuk mendukung kemampuannya, perusahaan telah mengembangkan arsitektur terbaru yang diberi nama Project Quantum. Mozilla juga melakukan sejumlah perbaikan pada lebih 500 bug yang dianggap memengaruhi kinerja peramban.

Dikutip dari Fortune, Rabu (15/11/2017), Mozilla mengklaim Firefox Quantum lebih hemat memori hingga 30 persen dibandingkan Google Chrome. Data dari Speedometer menyebut kecepatan browser ini dua kali lebih baik dari versi sebelumnya.

"Siapa pun yang mengunduh versi terbaru ini, pasti menyadari kecepatan, peningkatan kemampuan, dan tampilan antarmuka baru yang lebih responsif," tulis David Bryant, anggota dari Mozilla Emerging Technologies di laman Medium-nya.

Untuk informasi, versi beta dari Firefox Quantum sendiri sudah rilis sejak September 2017. Bagi kamu yang tertarik mencoba, browser ini bisa langsung diunduh melalui situs resmi Mozilla.

1 dari 2 halaman

Siapkan peramban khusus Indonesia

Selain Firefox Quantum, Mozilla juga meluncurkan peramban mobile yang khusus didesain untuk pengguna di Indonesia. Peramban bernama Firefox Rocket ini didesain sebagai aplikasi yang ringan dan lebih hemat data.

"Setelah riset, kami menemukan 40 persen pengguna muda di Indonesia tak puas dengan peramban bawaan di perangkatnya karena lambat. Untuk itu, Firefox Rocket hadir sebagai solusi," ucap Product Manager Android Browsers, Joe Cheng beberapa waktu lalu.

Tak hanya menawarkan kinerja yang cepat, ukuran aplikasi ini juga terbilang lebih kecil ketimbang produk serupa lain. Kapasitas memori yang dibutuhkan untuk menyimpan Firefox Rocket hanya sekitar 2,39MB.

Keputusan Mozilla menghadirkan Firefox Rocket terbatas di Indonesia juga bukannya tanpa alasan. Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar penting, sehingga aplikasi khusus ini hanya tersedia di sini.

"Firefox telah menjadi peramban yang menjadi pilihan pengguna untuk mengakses internet di Indonesia. Jika sebelumnya hadir untuk desktop, kami kini ingin membawa pengalaman itu ke perangkat mobile," tutur Cheng.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

 

Artikel Selanjutnya
Produksi Massal Essential Phone Sudah Dimulai
Artikel Selanjutnya
2.000 Restoran McDonald's Akan Dibuka di China, Invasi Bisnis AS?