Sukses

Ini Kunci BlackBerry Gaet Hati Konsumen Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Merek BlackBerry beberapa tahun belakangan mulai redup di Indonesia seiring dengan semakin sengitnya persaingan di pasar smartphone.

Kini melalui PT. BB Merah Putih selaku pemegang lisensi smartphone BlackBerry di Indonesia, merek asal Kanada itu diyakini akan bisa kembali merebut hati banyak konsumen.

Dijelaskan Chief Operating Officer (COO) PT. BB Merah Putih, Sukaca Purwokardjono, ada beberapa strategi yang bisa membuat BlackBerry tetap bertahan di pasar smartphone yaitu merek yang sudah dikenal, kualitas produk, dan distributor. Kombinasi ketiganya turut diperkuat dengan komunikasi melalui kegiatan promosi yang maksimal secara offline dan online.

"Kami sudah persiapkan semuanya mulai dari brand (merek), produk, distribusi, dan kami mempromosikan produk dengan cukup kuat di offline dan online," jelas pria yang akrab disapa Koco tersebut saat ditemui dalam acara peluncuran BlackBerry KEYone di kawasan Jakarta, Kamis (23/11/2017).

"Tim kami juga bekerja keras untuk mencapai target yang sudah ditentukan. Semuanya ini diperlukan, karena merek saja tidak cukup, tapi kami harus kombinasikan," sambungnya.

Dari sisi merek, kata Koco, ia dan timnya termasuk cukup mudah menjual smartphone BlackBerry di Indonesia. Pasalnya, merek tersebut sudah dikenal oleh banyak orang.

"Jadi ketika saya datang ke 10 toko, hanya ada dua yang membutuhkan bantuan karena kebanyakan sudah tahu soal BlackBerry," tambahnya.

1 dari 3 halaman

Keunggulan dan Diferensiasi

Mengenai kualitas produk, Koco menjelaskan smartphone BlackBerry memiliki sejumlah keunggulan dan diferensiasi yang tidak dimiliki oleh merek lain. Salah satunya fitur keamanan.

Ia mengklaim pihak BlackBerry selalu memberikan pembaruan keamanan dan melakukan maintenance (pemeliharaan). Setidaknya pembaruan software selalu diberikan setiap bulan atau dua bulan sekali.

Untuk jalur distribusi, saat ini PT. BlackBerry Merah Putih bekerjasama dengan berbagai toko online dan operator seluler. Kemudian untuk penjualan offline, perusahaan memiliki sekira 500 toko mitra termasuk modern dan tradisional dengan 70 persen di antaranya berada di Pulau Jawa.

Di luar optimismenya, Koco mengakui ia sempat berpikir akan mengalami kesulitan untuk kembali membuat smartphone BlackBerry diterima oleh konsumen Indonesia. Namun skeptisme tersebut hilang seiring waktu.

Terbukti, BlackBerry Aurora yang dirilis pada Maret lalu mendapatkan respons positif dari pasar Indonesia. Ia pun yakin, BlackBerry KEYone yang baru saja dirilis akan mendapatkan respons serupa.

Menurut Koco, BlackBerry Aurora sejauh ini telah terjual sekira 100 ribu unit.

"Awalnya saya pikir BlackBerry susah masuk (kembali) ke pasar Indonesia, tapi setelah dipelajari ternyata masih ada (peminatnya). Hal ini terbukti setelah Aurora penetrasi pasar, permintaannya masih cukup bagus. Pre-order KEYone juga responsnya cukup bagus," tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Rilis Lima Smartphone Baru Tahun Depan

Melihat respons positif di Indonesia, akan lebih banyak smartphone BlackBerry yang dirilis pada tahun depan. Sekira lima smartphone di semua segmen yaitu bawah, menengah dan premium, direncanakan meluncur di Indonesia.

"Tahun depan kurang lebih ada lima model baru, segmennya entry level, menengah dan premium. Semuanya ada," kata Koco.

Sayangnya, ia enggan merinci kisaran harga jual kelima smartphone tersebut. Namun, menurutnya, daya beli konsumen Indonesia untuk smartphone sudah mengalami peningkatan. Mengutip data perusahaan riset GfK, komposisi smartphone dengan harga di atas Rp 2 juta sudah mencapai 50 persen.

"Artinya daya beli konsumen Indonesia untuk smartphone itu bagus, karena data sebelumnya hanya 20 persen. Sekarang konsumen bersedia menyisihkan uang untuk smartphone. Oleh karena itu, tahun depan kami akan garap segmen yang lebih luas," ungkapnya.

(Din/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Dilema Maraknya Ponsel BM di Indonesia
Artikel Selanjutnya
BlackBerry Bakal Luncurkan OS Android Modifikasi yang Lebih Aman