Sukses

Kartu AR Buatan Anak Bangsa Bikin Karakter Marvel Lebih Hidup

Liputan6.com, Jakarta - Augmented Reality (AR) adalah salah satu teknologi yang muncul beriringan dengan pertumbuhan jumlah pengguna smartphone dan internet di dunia.

AR merupakan sebuah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia virtual, di mana akan mengubah cara kita dalam mengakses informasi dan menikmati hiburan.

Mengadopsi teknologi tersebut, 5DX Mobile Entertainment, perusahaan hiburan digital yang memproduksi berbagai produk kreatif meluncurkan AR Cards. Dalam hal ini, 5DX Mobile mendapat lisensi dari Walt Disney untuk memproduksi 5DX Featuring Marvel Collectible Cards with AR features atau disingkat dengan nama Kartu 5DX.

“Yang membanggakan dari produk game entertainment ini adalah karena dibuat dan dikerjakan oleh anak bangsa yang sudah mempunyai kemampuan di bidang keilmuan dan teknologi,” kata David, Co Founder 5DX Mobile Entertainment melalui keterangan tertulisnya, Rabu (29/11/2017) di Jakarta.

Kartu 5DX sendiri berisi sejumlah karakter film Marvel, seperti Captain America: Civil War, Doctor Strange, Guardians of The Galaxy Vol 2 dan Thor: Ragnarok dengan teknologi AR yang interaktif.

Selain itu, 5DX juga menghadirkan fitur untuk mencegah pembajakan, yang mana setiap kartu karakter diproteksi dengan kode unik dalam bentuk QR code. Kamu terlebih dahulu harus mengaktifkan kartu dengan memindai kode QR.

Sebagai informasi, teknologi AR mampu menambahkan benda maya yang dihasilkan komputer ke dalam sebuah lingkungan nyata sehingga memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi.

Teknologi ini banyak digunakan untuk mempermudah proses simulasi, di antaranya dalam bidang kesehatan, manufaktur, hiburan, dan pelatihan militer.

1 dari 2 halaman

Untuk Cari Jodoh

Ke depannya, proses pencarian jodoh secara online akan dipermudah dengan teknologi AR. Bahkan, konsep ini sudah hadir dalam aplikasi kencan online berbasis AR dengan nama "FlirtAR" (baca: flirter).

Seperti dilansir Mashable, FlirtAR dirilis pada Senin, 2 Oktober 2017 untuk iOS. Ia meluncur ke perangkat Android pada akhir Oktober 2017. Sesuai dengan namanya, FlirtAR memanfaatkan teknologi AR untuk membantu pengguna mencari jodoh yang 'match' di lokasi sekitar.

Pengembang FlirtAR mengungkap cara kerja aplikasi bekerja secara real time, di mana memanfaatkan fitur geolocation untuk mencari calon teman kencan saat membuka aplikasi.

Ketika aplikasi terbuka, pengguna akan langsung memakai fitur kamera di dalam aplikasi dan 'mendeteksi' lingkungan sekitar.

Jika kamera menemukan kumpulan orang yang kebetulan menggunakan FlirtAR, secara otomatis gelembung profil berisikan foto dan nama akan muncul.

Jadi, katakanlah ada 20 orang di antara kerumunan yang dideteksi kamera, setelahnya akan muncul 5 gelembung profil yang menandakan ada 5 yang memakai FlirtAR dari 20 orang tersebut.

Jika pengguna mengeklik gelembung profil, aplikasi akan menampilkan profil utuh dari orang tersebut. Sistem match mirip dengan Tinder yang harus match dulu baru bisa berbincang. Dalam kasus ini pengguna FlirtAR harus sama-sama mengeklik gelembung agar bisa berbicara satu sama lain.

(Isk/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Hapalkan 8 kosakata Ini Kalo Mau Dibilang Anak Gaul
Artikel Selanjutnya
Lakukan Hal Ini Jika Ingin Anak Jadi Orang Sukses