Sukses

Ini Strategi Google Jalankan Bisnis Cloud di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Google menggelar Cloud Summit pertamanya di Indonesia. Dalam acara tersebut, 1.800 orang dari berbagai kalangan teknologi hadir untuk mengetahui lebih dalam mengenai layanan cloud dari raksasa internet Amerika Serikat tersebut.

Dalam ajang Cloud Summit itu pula, Google memaparkan layanan cloud yang disediakan Google untuk ditawarkan ke perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Sejumlah perusahaan terkemuka, seperti BlackBerry Messenger, Go-Jek, Tokopedia, hingga Carousell adalah sebagian dari perusahaan teknologi Indonesia yang telah memakai layanan cloud dari Google.

Kendati peserta begitu antusias dengan layanan cloud Google, ada tantangan yang dihadapi Google dalam memasarkan layanannya ini di Indonesia. Salah satunya adalah saat meyakinkan perusahaan dan startup untuk beralih menggunakan layanan cloud.

Dikatakan oleh Managing Director Asia Pasific Google Cloud, Rick Harshman, dalam menjangkau lebih banyak konsumen memakai layanan cloud di Indonesia, Google berupaya melakukan edukasi tentang cloud.

Salah satunya dengan menghadirkan instruktur training tentang layanan cloud Google dalam bahasa Indonesia sehingga bisa menjangkau beragam konsumen di Tanah Air.

"Kami juga menghadirkan berbagai materi tentang cloud dan mengunggahnya ke YouTube, sehingga lebih banyak orang bisa belajar, karena masing-masing orang memiliki cara belajarnya sendiri-sendiri. Selain itu, Google juga berupaya untuk melakukan edukasi tidak hanya di Jakarta, tetapi di Surabaya dan berbagai tempat lainnya," kata Harshman, Selasa (28/11/2017) kemarin.

1 dari 2 halaman

Pembangunan Kabel Optik

Tidak hanya dua hal tersebut, diterangkan oleh Head of Google Cloud Southeast Asia Tim Synan, Google juga berupaya membangun infrastruktur agar bisnis layanan cloud Google dapat berjalan lancar. Misalnya saja dengan membangun kabel optik untuk mendukung jaringan cloud yang menghubungkan Singapura dengan Jakarta.

"Kami sekarang sedang membangun proyek infrastruktur kabel optik yang menghubungkan Singapura dan Jakarta, namanya Project Indigo. Kira-kira kabel optik yang dibangun sepanjang 9.000 km," kata Synan.

Diharapkan setelah infrastruktur kabel optik hasil kerja sama Google dengan beberapa operator telekomunikasi Asia ini selesai, Google bisa mengurangi latency melancarkan penggunaan layanan cloud Google oleh konsumennya di Indonesia dan daerah-daerah lain yang dilalui kabel optik Indigo tersebut.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Artikel Selanjutnya
Jurus Astragraphia Dorong Industri Printing di Indonesia
Artikel Selanjutnya
AMD Ryzen PRO Siap Perkuat Desktop Kelas Bisnis