Sukses

AWS Rilis DeepLens, Kamera Video Deep Learning untuk Developer

Liputan6.com, Las Vegas - Amazon Web Services (AWS) terus memperkuat bisnisnya di ranah teknologi. Kali ini, perusahaan asal Negeri Paman Sam itu merilis sebuah kamera video yang berfungsi untuk deep learning.

CEO AWS, Andy Jassy, mengumumkan DeepLens dalam sesi keynote di AWS re:Invent 2017. Ia mengklaim DeepLens sebagai kamera video wireless pertama di dunia untuk deep learning yang ditujukan bagi para developer.

Kamera ini bisa menjalankan visi komputer secara real time untuk memberikan pengalaman langsung machine learning kepada para developer.

Kehadiran DeepLens diharapkan dapat membantu para developer agar lebih memahami soal machine learning dan deep learning. "Machine learning masih terlalu rumit bagi para developer. Karena terlalu banyak yang harus dikerjakan, banyak yang menyerah karena frustasi," kata Jassy dalam sesi keynote AWS re:Invent 2017 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Rabu (29/11/2017).

DeepLens antara lain dilengkapi dengan kamera 4MP (180p), deep learning inference engine yang desainnya dapat disesuaikan, WiFi, MicroSD, Mini-HDMI dan USB. Para developer bisa menggunakan DeepLens untuk melakukan berbagai hal seperti mengenali karakter wajah atau gambar yang tampil di depannya.

Contoh lain, DeepLens dapat diprogram untuk mengenali angka pada plat nomor dan memancing sistem otomasi rumah untuk membuka pintu garasi.

Kamera video ini juga diintegrasikan dengan Amazon SageMaker dan AWS Lambda. Amazon SageMaker adalah layanan baru AWS yang diperuntukkan bagi developer dan data scientist agar bisa lebih cepat membuat, melatih, mengembangkan dan mengelola model machine learning mereka sendiri.

Pengapalan DeepLens baru akan dimulai pada awal 2018. AWS menjual produk terbarunya itu seharga US$ 249 melalui sistem pre-order di Amazon.com.

 

1 dari 2 halaman

Rilis Lima Layanan Machine Learning Baru

SageMaker bukan satu-satunya layanan machine learning terbaru yang dirilis AWS. Ada empat layanan lain agar bisa membantu developer membuat aplikasi yang dapat meniru kognisi manusia yaitu Amazon Transcriber, Amazon Translate, Amazon Comprehend dan Amazon Rekognition Video.

Gelaran AWS di Las Vegas, Amerika Serikat. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Masing-masing memiliki fungsi berbeda. Amazon Transcribe untuk mengubah pembicaraan ke dalam bentuk teks dan Amazon Translate untuk menerjemahkan teks antar bahasa.

Amazon Comprehend untuk memahami teks bahasa natural dari dokumen, unggahan media sosial, artikel atau data textual lain yang disimpan di dalam sistem AWS, sedangkan Amazon Rekognition Video bisa melacak orang-orang, mendeteksi aktivitas, mengenali obyek, wajah, selebriti dan konten tidak pantas di dalam jutaan video yang ada di dalam Amazon S3.

Semua produk baru ini diumumkan dalam konferensi AWS re:Invent 2017. Lebih dari 43 ribu orang menghadiri acara ini dengan lebih dari 1.300 sesi teknis.

Keseluruhan agenda acara digelar di berbagai tempat berbeda yang disebut sebagai re:Invent 2017 Campus di Las Vegas yaitu MGM Grand, Aria, Linq Lot, The Mirage, Venetian, Palazzo dan Sands Expo Hall, serta Encore.

Konferensi yang digelar selama 27 November sampai 1 Desember 2017 ini terdiri dari berbagai tipe acara termasuk Expo, Keynote, Learn, General, Partner &b Sponsors, Play dan Training & Certification.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Rasakan Pengalaman Jadi Kesatria Jedi di Gim Besutan Lenovo Ini
Artikel Selanjutnya
Samsung Resmi Umumkan Galaxy J7+ dengan Kamera Ganda