Sukses

Disindir Elon Musk, Respons Grup Bumi Datar Bikin Geleng Kepala

Liputan6.com, San Francisco - Bumi datar ternyata ada komunitasnya. Mereka bahkan serius ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa Bumi itu memang mengusung bentuk datar.

Teori tersebut belum lama ini malah disindir oleh CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk. Namun, Musk menyindir Bumi datar dengan 'gaya' yang sedikit berbeda.

Musk baru-baru ini mengunggah cuitan di akun Twitter-nya @elonmusk, dan bertanya-tanya: "jika Bumi itu datar dan punya komunitas, kenapa planet Mars juga tidak demikian? (datar dan punya komunitas penganut Mars datar)."

Sontak saja, cuitan pria berjuluk "Iron Man di dunia nyata" ini langsung direspon akun komunitas Bumi datar (@FlatEarthOrg). Menariknya, akun Twitter ini mengantongi status verified dan benar-benar diakui Twitter.

Jawaban komunitas tersebut justru membuat warganet geleng-geleng kepala. Pasalnya, komunitas berdalih Mars sudah terbukti mengusung bentuk bulat, tidak seperti Bumi.

"Hi Elon, terima kasih untuk pertanyaannya. Tak seperti Bumi, Mars itu sudah diamati dan terbukti bulat. Kami harap harimu menyenangkan," tulis @FlatEarthOrg.

Tak terima dengan respon aneh ini, para warganet pun membalasnya dengan pernyataan Bumi memang benar-benar bulat. Karena itu, mereka menyarankan akun tersebut tak perlu lagi memperdebatkan kebenarannya.

Untuk lebih lengkap, kamu bisa cek cuitan warganet di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Konferensi Bumi Datar Benar-Benar Ada

Seperti diwartakan sebelumnya, konferensi yang membahas mengenai bumi datar baru saja digelar di North Carolina, Amerika Serikat. Ajang perdana yang diberi nama Flat Earth International Conference (FEIC) ini diadakan pada 9 dan 10 November 2017.

Dilansir Live Science, ajang ini mengundang sejumlah pembicara yang memang telah lama dikenal sebagai pengikut paham bumi datar. Salah satunya adalah Darryle Marble yang berupaya membuktikan bumi itu tidak bundar.

Ada pula Mark Sargent, kreator webseries di YouTube yang berjudul Flat Earth Clues. Ia mempercayai bahwa bumi sebenarnya berbentuk kubah besar, seperti yang ditampilkan di film "Truman Show".

Konferensi ini diadakan oleh Kryptoz Media, yang kerap berargumen 'scientism' merupakan agenda yang dibuat untuk menjauhkan manusia dari Tuhan. Pembahasan dalam konferensi ini meliputi, 'NASA dan Kebohongan Luar Angkasa' atau 'Bumi Datar dalam Metode Ilmiah'.

Untuk informasi, pengikut paham bumi datar mempercayai planet ini tak berbentuk bulat. Mereka berpendapat NASA dan badan ilmiah lain memalsukan foto dunia dari luar angkasa secara digital dan ada persekongkolan yang menyembunyikan kebenaran Bumi datar.

Hingga saat ini, belum dapat diketahui jumlah orang yang mempercayai bumi datar. Namun Flat Earth Society, organisasi tertua yang menganut paham bumi datar, mengklaim sudah memiliki 555 anggota.

Rencananya, gelaran serupa akan kembali diadakan di Amerika Serikat, tepatnya di 15 hingga 16 November 2018. Penyelenggara memperkirakan akan ada 1.500 pengunjung yang mendatangi konferensi tersebut.

(Jek/Cas)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Ayu Ting Ting Ngamuk, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Top 3: Curahan Hati Kaesang yang Malas Nge-Vlog Tuai Perhatian