Sukses

Pamer Inovasi di Ajang Dunia, Indonesia Raih Tiga Medali Emas

Liputan6.com, Seoul - Sebanyak 18 proyek inovasi dari berbagai institusi Indonesia mengikuti pameran dan kompetisi di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2017, 30 November hingga hari ini, 3 Desember 2017.

Dari kompetisi yang diikuti 30 negara itu, Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas, lima medali perak, dan enam medali perunggu.

"SIIF merupakan kompetisi yang diselenggarakan Korea Intellectual Property Organization (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA)," ujar Presiden Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), Erricha Insan Pratisi, Minggu (3/12/2017).

Indonesia mampu memamerkan karya inovasi yang tidak kalah dengan negara maju yang juga jadi peserta dalam ajang bergengsi ini. Di antaranya Jerman, Inggris, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, dan puluhan negara lainnya.

"Sebelumnya, kami seleksi dulu secara online untuk mengikuti ajang ini. Kemudian terpilihlah 18 karya," kata Erricha.

Ke-18 karya inovasi yang mengikuti kompetisi tersebut adalah dari Universitas Mercu Buana dengan karya 'Nata de Coco Electrolyte Membrane, Jacket Two Functions 'Jakpack', dan Polygonal MIMO Antena. Lalu dari Pertamina adalah Improving The Accuracy of Hydrocarbon Reserve Calculation with The New Shear Wave Model.

"Pertamina mengirimkan empat karya inovasi. Disusul dengan Universitas Islam Indonesia empat karya, dan Universitas Brawijaya tiga karya. Juga ada kaya dari Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sumatera Utara," paparnya.

Selain berkompetisi dan mengisi ekshibisi, di ajang SIIF 2017 ini, para inovator dari Indonesia juga bisa bertemu dengan para investor. Lalu perusahaan manufaktur, distributor, paten, dan juga marketplace.

"Ini bisa dimanfaatkan oleh inovator kita agar dapat bekerja sama dalam mengembangkan produknya ke depan," tutur Ericcha menambahkan.

 

1 dari 2 halaman

Daftar Peraih Medali

Mereka yang mendapat penghargaan adalah PT Pertamina (Persero) dengan dua medali emas, satu medali silver, dua medali perunggu, dan spesial award dari Thailand, Syria, Saudi Arabia, Taiwan dan Malaysia.

"Lalu Universitas Mercu Buana yang berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan spesial award dari Lebanon, Saudi Arabia dan India," tutur Erricha.

Lalu Universitas Islam Indonesia meraih satu medali perak, dua medali perunggu, dan spesial award dari tiga negara sahabat. Kemudian Universitas Brawijaya meraih satu medali perak, satu medali perunggu, dan spesial award dari tiga negara sahabat.

Sementara, Universitas Diponegoro meraih satu medali perunggu dan spesial award dari Saudi Arabia. Terakhir Univetsitas Airlangga yang meraih spesial award dari National Research Countil Thailand.

"Ini tahun pertama kami mengikuti ajang SIIF, dan alhamdulillah prestasi yang dihasilkan sangat membanggakan bagi Indonesia," pungkas Ericcha.

(Pramita Tristiawati/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Klasemen Akhir Medali SEA Games 2017: Malaysia Ulang Sukses 2001
Artikel Selanjutnya
Update Perolehan Medali SEA Games 2017