Sukses

Elon Musk Bakal Boyong Mobil Tesla Ke Mars

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk baru saja mengumumkan rencana peluncuran dari Falcon Heavy bulan depan. Ia menuturkan, roket tersebut akan meluncur menuju orbit planet Mars.

Roket penerus Falcon 9 ini dibekali dengan kemampuan yang lebih bertenaga. Untuk itu, Musk menyebut roket buatan perusahaannya akan terbang membawa mobil Tesla Roadser.

Dikutip dari Engadget, Senin (4/12/2017), informasi ini diungkapkan langsung oleh Musk melalui akun Twitter-nya. Hal itu dilakukan karena Falcon Heavy memiliki tenaga pendorong ganda.

"Barang bawaan roket itu adalah Tesla Roadster midnight cherry milikku yang memainkan Space Oddity. Tujuan orbit Mars. Barang itu akan berada di luar angkasa selama miliaran tahun jika tak meledak," tulis Musk di akunnya.

Kendati menarik, sebenarnya tak tertutup kemungkinan rencana ini dapat gagal. Terlebih, peluncuran Falcon Heavy sebenarnya sempat beberapa kali ditunda.

Sebelumnya, SpaceX berencana untuk meluncurkan roket tersebut pada pertengahan tahun ini. Namun perusahaan mengubah jadwal peluncurannya menjadi November 2017, sebelum akhirnya dipilih tahun depan.

Saat pertama kali diumumkan, perusahaan juga mengungkap kesulitannya dalam mengembangkan roket besar, seperti Falcon Heavy. Bahkan, Musk sempat menyebut ada kemungkinan Heavy tak dapat mencapai orbit selepas meninggalkan atmosfer Bumi.

 

1 dari 2 halaman

Elon Musk Pamer Pakaian Astronot SpaceX

Sebelumnya, Musk juga baru memamerkan pakaian luar angkasa dari SpaceX. Melalui akun Instagramnya, ia mengunggah foto seseorang yang memakai pakaian astronot di depan kapsul DragonX.

DragonX adalah kendaraan luar angkasa yang dibangun SpaceX dengan tujuan untuk membawa astronot NASA ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Commercial Crew Program.

Setelan yang dirancang oleh SpaceX itu merupakan pressure suits yang diperuntukkan bagi astronot saat berada di dalam kapsul Dragon. Pakaian itu akan sangat dibutuhkan saat terjadi skenario darurat selama penerbangan.

Artinya, jika pesawat ruang angkasa tiba-tiba mengalami tekanan, setelan tersebut akan membuat astronot di dalamnya tetap selamat dan berada dalam kondisi aman.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
Honda CR-V Hybrid Siap Mengaspal, Seberapa Canggih?
Artikel Selanjutnya
Susul Apple, Samsung Siap Uji Mobil Nirawak, Kapan Meluncur?