Sukses

Instagram Cegah Pengguna Unggah Foto Kekerasan Hewan

Liputan6.com, Los Angeles - Satu lagi konten negatif yang hendak dicegah Instagram untuk 'berseliweran' di dalam aplikasinya, yakni konten kekerasan pada hewan dan lingkungan.

Ya, media sosial berbagi foto dan video milik Facebook ini baru saja mengumumkan akan melarang pengguna, baik itu mencari atau mengunggah foto dengan konten kekerasan kepada hewan dan lingkungan.

Menurut informasi yang dilansir Engadget, Selasa (5/12/2017), per hari ini konten tersebut akan disaring Instagram dan tak akan muncul secara langsung.

Jadi, saat pengguna mencari tagar yang berkaitan dengan konten serupa, layar akan memperlihatkan peringatan agar pengguna tidak beranjak ke posting yang ingin dilihat.

Instagram sendiri mengakui banyak tagar yang berakitan dengan kekerasan hewan dan lingkungan, beredar luas di dalam aplikasi. Bahkan, ada ratusan tagar yang kini mereka blokir untuk mencegah peredaran konten yang meresahkan ini.

Contoh, saat pengguna mencari foto dengan tagar #koalaselfie, maka hasil pencarian akan memperlihatkan peringatan soal konten kekerasan terhadap hewan dan lingkungan.

"Lindungi kehidupan liar di Instagram. Kekerasan terhadap hewan langka dan lingkungannya tidak diperkenankan di Instagram. Kamu mencari tagar yang memang berkaitan dengan konten seperti ini. Konten ini bisa menciptakan kebiasaan yang tidak sehat dan merusak lingkungan," tulis Instagram dalam peringatannya.

 

1 dari 2 halaman

Sama dengan Fitur Pencegah Bunuh Diri

Cara kerja fitur ini sama dengan fitur pencegah bunuh diri, dengan memblokir tagar yang berkaitan dengan konten bunuh diri seperti depresi dan kesedihan.

Kehadiran tools terbaru ini diharapkan dapat membuat pengguna yang hendak bunuh diri, sadar bahwa mereka tidak sendiri.

"Fitur ini dirancang untuk membuatmu tahu bahwa kamu tak sendiri, kamu dikelilingi teman-teman, keluarga, komunitas yang peduli denganmu," tulis Instagram.

Tak sendiri, Instagram juga bekerja sama dengan beberapa psikolog dan pakar kesehatan mental untuk menangani pengguna yang 'bermasalah' dengan hidupnya.

Tujuannya agar pengguna tak memikirkan hal-hal yang berbau dengan bunuh diri dan menjadikan Instagram sebagai alat yang positif untuk berbagi.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Siarkan Pakai Sabu di Facebook Live, Pria Ini Gegerkan Medsos
Artikel Selanjutnya
Instagram Stories Bakal Bisa Disaksikan Lewat Desktop