Sukses

Kecerdasan Buatan Bisa Modifikasi Video, Berbahaya?

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence, AI) kian pandai dan bisa melakukan berbagai hal, termasuk memodifikasi sebuah video.

Baru-baru ini, Nvidia membuat teknologi kecerdasan yang mampu mengubah latar cuaca dalam sebuah video. Misalnya, mengubah suasana siang menjadi malam hari, senja, cuaca bersalju, hingga mengubah letak tutul pada macan.

Sebagaimana dikutip dari The Next Web, Selasa (5/12/2017), para ahli kecerdasan buatan Nvidia mengembangkan metode pembelajaran tanpa pengawasan pada komputer.

Metode ini memungkinkan kecerdasan buatan memodifikasi berbagai konten video. Dengan menggunakan metode baru ini, para peneliti mendapatkan hasil video yang mengejutkan.

Dalam dokumen para peneliti, dituliskan masalah yang dialami kecerdasan buatan dalam memodifikasi foto.

"Masalahnya mirip dengan mengajari mesin untuk menambahkan warna pada foto. Misalnya saja, pemetaan resolusi foto. Selain itu, ada kesulitan dalam menambahkan skala warna yang sesuai," tulis para peneliti.

Terbaru, kecerdasan buatan itu sudah bisa mengubah hari terang penuh sinar matahari menjadi hari hujan serta membuat latar video seolah sedang turun salju. Tentunya, seiring dengan pembelajaran mesin tersebut, bukan tidak mungkin teknologi ini justru berdampak buruk.

Komputer di dunia bisa dilatih membuat video palsu. Dalam unggahan di Twitter-nya, jurnalis Wired Oli Franklin-Wallis memperlihatkan beberapa perbandingan gambar yang dimodifikasi oleh kecerdasan buatan.

Dia menganggap, bahaya kecerdasan buatan bukan hanya akan mengambil pekerjaan manusia, tetapi terkait dengan apa yang dilihat dan didengar manusia berkat konten yang dimodifikasi oleh software kecerdasan buatan.

1 dari 2 halaman

Perangi Kecerdasan Buatan

Saat banyak perusahaan teknologi mengembangkan kecerdasan buatan agar makin pandai dan memudahkan pekerjaan manusia, Elon Musk justru tak sepenuhnya menerima teknologi kecerdasan buatan.

Pada beberapa kesempatan, Musk mengungkapkan, kecerdasan buatan bisa menjadi risiko bagi dunia. Ia menyebut AI bisa menjadi ancaman, lebih besar dibanding Korea Utara.

Dan kini, pendiri Tesla dan SpaceX tersebut kembali membawa isu kecerdasan buatan yang bisa menjadi ancaman ke publik. Lebih ekstrem, ia mengungkap AI kelak bisa menghancurkan manusia jika tidak bisa lagi dikontrol perusahaan teknologi.

Elon Musk (Foto: Digitaltrends)

Seperti dilansir The Independent, Musk berpendapat umat manusia memiliki kesempatan yang kecil untuk bisa "selamat" jika kecerdasan buatan bisa menguasai dunia.

Dalam rangka mengontrol teknologi tersebut, Musk mengungkap dirinya juga telah berinvestasi pada divisi Google DeepMind untuk mengontrol pengembangan kecerdasan buatan.

Ia juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi besar lain, seperti Facebook dan Amazon, untuk memastikan mereka menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang aman.

"Facebook, Google, Amazon, dan Apple, mereka kelihatannya peduli dengan privasi pengguna, tapi mereka mungkin bisa saja punya informasi tentang pengguna lebih banyak daripada yang diketahui penggunanya sendiri," ucap Musk.

Tak hanya itu, Musk juga merupakan pendiri OpenAI, sebuah perusahaan riset nonprofit yang berupaya menemukan pedoman yang aman dalam penerapan kecerdasan buatan.

Menurut Musk, kecerdasan buatan adalah kasus langka, sehingga pihak berwajib harus proaktif membuat regulasi, bukannya reaktif. Jika reaktif terhadap kecerdasan buatan, ia menilai hal itu akan terlambat.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Studi: Main Video Game Saat Kerja Tambah Produktivitas
Artikel Selanjutnya
Kumpulan Modifikasi Supercar Unik Asal Jepang