Sukses

Akademi Ilmu Data Pertama di Indonesia Dibuka, Minat Gabung?

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi yang agresif nyatanya menciptakan evolusi ilmu data yang sangat pesat. Kini, tak sedikit perusahaan teknologi lokal memanfaatkan data dan mengumpulkannya dari aktivitas bisnis mereka.

Namun sayang, beberapa mengaku masih kesulitan mengolah data yang diambil menjadi sebuah informasi yang akurat. Pasalnya, tenaga data scientist (ilmuwan data) di Indonesia masih sangat kurang.

Pada akhirnya, sebuah startup baru bernama Algoritma dibentuk untuk menyelesaikan problematika tersebut. Algoritma sendiri adalah startup yang bergerak pada ilmu data dan penerapannya terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan-perusahaan Indonesia.

Seperti disampaikan co-founder Algoritma, Nayoko Wicaksono, Algoritma hadir untuk 'mengisi' kekosongan antara permintaan dan ketersediaan data scientist di Tanah Air. Karena itu, Algoritma juga membuka akademi ilmu data pertama di Indonesia untuk mengajak para generasi muda bangsa bergabung menjadi data scientist.

Adapun data yang dimaksud bisa berupa data apapun dari model bisnis yang disediakan perusahaan--khususnya perusahaan teknologi.

Ambil contoh seperti data diri pelanggan dan sejarah pembelian selama beberapa waktu di sebuah platform e-Commerce, data pengunjung museum dalam satu minggu, data penjualan sepeda motor, data curah hujan, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, semua jenis data tersebut tentu akan berguna jika diolah dan dianalisis dengan akurat.

 

1 dari 3 halaman

Peran Data Scientist

Karena itu juga, para data scientist harus mengambil peran besar dalam hal ini. Mereka harus memiliki kemampuan memperoleh data, menganalisis, serta melaporkan hasil data dan menampilkannya dalam bentuk matrik bisnis sampai perilaku pengguna di dalam perusahaan.

Ilustrasi (ist.)

"Data itu sekarang jadi lahan basah yang cukup menjanjikan di industri pekerjaan. Kalau dulu mungkin oli dan gas jadi pekerjaan yang paling banyak dicari, sekarang justru programmer, data scientist yang paling memikat," kata Nayoko saat ditemui Tekno Liputan6.com di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

"Algoritma juga memandang kesempatan ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat infrastruktur dan ekonomi Indonesia, karena dengan mencetak para data scientist baru iklim pekerjaan berbasis data semakin berkembang luas," paparnya menambahkan.

Nayoko mengungkap, Algoritma menyediakan pelatihan intensif ilmu data bagi siapa pun yang tertarik untuk menjadi data scientist dalam waktu singkat. Persyaratannya memang terbuka bagi siapa saja. Namun pihaknya menyarankan kandidat harus memiliki latar belakang dari ilmu pasti, seperti ilmu komputer, matematika, atau statistik.

 

2 dari 3 halaman

Kurikulum Terbagi Jadi Dua

Terkait kurikulum, Nayoko menjelaskan Algoritma membagi akademinya dalam dua spesifikasi, yaitu visualisasi data dan machine learning. Dalam kurikulum ini, siswa kan belajar menggunakan bahasa pemrograman R atau Phyton. Namun tenang saja, setiap siswa tak diwajibkan mengambil dua spesifikasi secara bersamaan. Pasalnya, masing-masing spesifikasi memiliki proyek yang berbeda di akhir masa studi.

Akademi Algoritma sendiri akan dibuka mulai Januari 2018 dan kelas akademi akan berlangsung selama enam bulan untuk masing-masing kurikulum. Setiap kelas akan berlangsung dengan peserta paling banyak 20 orang. Asyiknya, siswa akan dibantu dengan asisten pengajar.

Meski Algoritma baru membuka kelas secara resmi mulai awal 2018, Nayoko mengklaim sebelumnya sudah melakukan workshop kilat dan meluluskan 175 siswa. Lulusan tersebut berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang, mulai dari fresh graduate, programmer, IT manager, sales and marketing officer, risk management office, CTO, hingga sekelas CEO pun turut serta bergabung.

Jika kamu minat bergabung, kamu bisa langsung beranjak ke laman ini

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
FLS 2017 Buat Pemuda Indonesia Jadi Kreatif
Artikel Selanjutnya
Inovasi Anak Muda Bawa Warisan Indonesia ke Ranah Global